Pirlo Membuat Juventus Bermain Lebih Menarik

Andrea Pirlo - Instagram @andreapirlo21
23 September 2020 20:47 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, TURIN—Andrea Pirlo menjalani laga perdananya bersama Juventus sebagai pelatih dengan penuh gaya setelah mengalahkan Sampdoria tiga gol tanpa balas di Allianz Stadium, Senin (21/9/2020) dini hari WIB. Tak hanya sukses menang telak, Pirlo menawarkan pendekatan berbeda pada tim yang dinilai lebih menjanjikan ketimbang pelatih sebelumnya, Maurizio Sarri.

Pirlo juga tak segan memercayai pemain baru macam Dejan Kulusevski dan Weston McKennie untuk langsung menjadi starter tim. Demikian halnya pemain Juventus U-23, Gianluca Frabotta, yang dipromosikan Pirlo untuk menjadi pemain inti di posisi full back kiri saat melawan Il Samp. Ketiganya tak canggung di laga debut mereka. Kulusevksi bahkan sukses membayar kepercayaan dengan mencetak gol pembuka Juve di menit ke-13. Dua gol lain dicetak Leonardo Bonucci di menit ke-78 dan Cristiano Ronaldo dua menit jelang bubaran.

Pada laga perdana musim ini, Juventus tampil apik dengan formasi 3-4-1-2, berbeda dengan musim lalu yang banyak memakai pola 4-3-3. Kerja sama lini serang Juventus, terutama Aaron Ramsey dan Ronaldo, tercatat empat kali membahayakan gawang Sampdoria, satu di antaranya berbuah gol ketiga Juventus. Bianconeri juga tak memberi banyak ruang pada Sampdoria untuk memberikan ancaman. Tim tamu hanya mampu sekali melepaskan tembakan ke gawang selama 90 menit dan hanya kebagian penguasaan bola 34%.

“Perbedaan besarnya adalah cara kami menyerang dalam pertandingan dan mengambil inisiatif, mencoba membawa pulang kemenangan. Melihat pekerjaan beberapa pekan terakhir dan pertandingan ini, kukira ini lebih baik,” ujar Bonucci dilansir Sky Sports Italia, Senin.

Namun pendekatan baru ala Pirlo bukannya tanpa kelemahan. Tempo Juve sempat menurun setelah unggul dua gol. Il Samp pun hampir saja tiga kali menjebol gawang Wojciech Szczesny. Beruntung tidak ada peluang yang menemui sasaran. Pirlo mengakui level kebugaran tim kurang optimal mengingat dia tak punya banyak waktu untuk mempersiapkan tim.

“Perlu waktu agar kami bisa bermain bersama dengan beragam cara. Saya tak mau cuma meniru gaya main orang lain. Saya punya ide sendiri, dan ingin mengadaptasi tim-tim yang pernah menginspirasi saya,” ujar sang pelatih.

Sumber : JIBI/Solopos