Pemain PSS Diminta Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan, Ini Taruhannya

PSS Sleman - Instagram @pssleman
15 September 2020 11:17 WIB Hery Setiawan (ST18) Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Liga 1 baru akan bergulir pada 1 Oktober 2020 mendatang. Laga PSS Sleman kontra Persebaya Surabaya akan membuka kembali kompetisi yang sempat mati suri itu.

Direktur Utama PSS Sleman, Marco Paulo Garcia meminta para pemain tetap konsisten menjaga protokol kesehatan. Marco, sapaannya, membeberkan alasan yang sebenarnya cukup sederhana. Protokol kesehatan adalah kunci untuk mempertahankan umur kompetisi. Para pemain, katanya adalah frontliner alias garda depan yang punya andil cukup besar.

“Manajemen sudah fokus, sudah terbagi tugasnya. Sekarang tinggal kalian [pemain], kalian adalah frontliner­-nya. Kita punya target di depan. Target itu harus dicapai, harus dihidupi dengan cara bertanggungjawab atas hidup sehari-hari kita,” katanya, beberapa waktu lalu.

PSS Sleman memang memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Hal itulah yang terus ditekankan kepada para pemain. Seperti menunda rencana laga uji coba, kendati para pemain memintanya.

Penyelenggaraan Liga 1 di tengah pandemi Covid – 19 mengandung risiko yang tak bisa diremehkan. PT. Liga Baru Indonesia (LIB) sudah menyusun sejumlah rencana guna menekan risiko itu. PSS Sleman pun tak mau ketinggalan. Marco pun meminta para pemain agar mampu melindungi dirinya dari ancaman penularan virus. Pasalnya, jika satu saja pemain dinyatakan positif Covid – 19, terdapat efek berantai yang merugikan.

“Kita harus bisa melihat risiko ini besar sekali. Kalian [pemain] sudah jaga latihan benar-benar, tapi tiba-tiba kalian positif, kita gak bisa apa-apa. Terus kalau lebih dari dua, tiga, empat yang positif, bisa jadi klub kita di-suspend,” terang Marco.

Bila betul-betul terjadi, dampaknya, lanjut Marco, tak tanggung-tanggung. Suasana ruang ganti dan hubungan antar pemain, katanya bakal rusak. Maka dari itu, ia berharap kepada pemain memahami ketatnya aturan yang diberlakukan tim.