Tampil Tanpa Suporter, PSS Sleman: Seperti Ada yang Hilang

Latihan PSS sebelum bertolak ke Bandung -Harian Jogja - Jumali
08 September 2020 19:37 WIB Hey Setiawan (ST18) Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Salah satu perubahan yang bakal terjadi dalam lanjutan kompetisi Liga 1 adalah soal kehadiran suporter. Kendati kompetisi berlanjut, sisa laga akan berlangsung tanpa diiringi yel-yel penyemangat ataupun atraksi koreo memukau dari tribun suporter.

Aturan baru itu sebenarnya sangat masuk akal. Pasalnya, status penanganan pandemi Covid - 19 belum menunjukan pertanda membaik. Ekskalasi kasus baru terus saja terjadi. Atas dasar itulah, PT. Liga Indonesia Baru [LIB] tak ingin ambil risiko dengan menggelar kegiatan sarat kerumunan yang justru berpotensi memperpanjang masa pandemi.

Aturan itu mendapat sambutan baik dari salah satu kontestan Liga 1, PSS Sleman. Media Relations PT. Putra Sleman Sembada [PSS], Yohanes Sugianto mengatakan bahwa LIB memiliki kebijakan yang ketat soal protokol kesehatan. Salah satu wujudnya dengan meniadakan kehadiran suporter di stadion.

Menurut Yohanes, laga tanpa penonton memang dapat menjadi jaminan bahwa kompetisi Liga 1 tidak akan menimbulkan klaster baru. Artinya, kebijakan itu memberi nafas bagi kompetisi sepak bola Indonesia yang sempat mati karena pandemi. Hal tersebut tentu jadi kabar baik buat klub, pemain dan pastinya para suporter.

Hanya saja, ia akui, laga tanpa penonton akan terasa sangat berbeda. Laga akan terasa hambar tanpa riuh suporter dari tribun. Apalagi, PSS Sleman dikenal sebagai tim yang punya basis suporter fanatik dan kreatif. Atraksi mereka kerap ditunggu para pecinta sepakbola.

“Rasanya itu seperti ada yang hilang kalau suporter tidak hadir langsung di stadion. Tapi ya kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan aturan dari LIB,” kata Yohanes.

Laga lanjutan Liga 1 akan mempertemukan PSS Sleman dengan Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo pada tanggal 1 Oktober 2020 mendatang. Yohanes berharap suporter tak perlu mendatangi stadion untuk memberi dukungan. Suporter, katanya akan terus menjadi pemain kedua belas, kendati hanya mendukung dari rumah. Para suporter masih bisa memberikan dukungan lewat media sosial atau menyaksikan pertandingan yang disiarkan di televisi.

Sebelumnya, komitmen PSS Sleman soal protokol kesehatan juga ditunjukan dengan menunda rencana laga uji coba. Manajer PSS Sleman, Danilo Fernando menilai bahwa laga uji coba tetap saja punya risiko penularan virus.

“Kita mempertimbangkan keselamatan pemain, karena jika ada pemain lawan tanding yang positif itu akan bisa menular,” kata Danilo.

Selain keselamatan pemain, Danilo juga menilai penundaan laga uji coba terkait pula dengan status penanganan pandemi yang belum membaik.