Messi Terpaksa Bertahan di Barcelona meski Menderita, Ini Pernyataan Lengkapnya

Lionel Messi - UEFA.com
05 September 2020 03:27 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Lionel Messi memutuskan bertahan Barcelona meski dia sangat menderita.

Dia mengaku bertahan karena tidak mungkin bagi tim mana pun untuk membayar klausul pelepasannya sebesar 700 juta euro atau setara Rp12 triliun. Messi masih terikat kontrak dengan Barcelona hingga 2021 sehingga klub yang ingin menggunakan jasanya sebelum musim depan harus merogoh kocek sebesar itu.

Messi akhirnya mengalah karena jika dia bersikeras hengkang, dia harus menggugat ke pengadilan. “Saya tidak akan pernah menjalani persidangan melawan klub seumur hidup saya, itulah mengapa saya akan bertahan di Barcelona,” kata Messi kepada Goal.

“Saya memberi tahu klub, terutama presiden [Josep Maria Bartomeu], bahwa saya ingin pergi. Saya sudah memberitahunya sepanjang tahun. Saya percaya sudah waktunya menyingkir. Saya percaya klub perlu lebih banyak orang muda, orang baru, dan saya pikir waktu saya di Barcelona sudah berakhir.

“Saya selalu berkata saya ingin mengakhiri karier saya di sini dan saya selalu mengatakan bahwa saya ingin bertahan di sini. Juga, saya menginginkan proyek kemenangan dan untuk dapat memenangi gelar bersama klub untuk terus mengembangkan legenda Barcelona. Sebenarnya sudah lama tidak ada proyek atau tidak ada sama sekali.”

“Mereka [klub] melakukan juggling dan mereka membuat lubang seiring berjalannya waktu. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya selalu memikirkan tentang kesejahteraan keluarga dan klub saya. Ini tahun yang sangat sulit, saya sangat menderita dalam latihan, dalam permainan, dan di ruang ganti.”

“Bartomeu selalu mengatakan kepada saya bahwa pada akhir musim saya bisa memutuskan apakah akan bertahan atau pergi, tetapi dia tidak menepati janjinya.”

“Saya akan terus di Barca dan sikap saya tidak akan berubah tidak peduli seberapa besar keinginan saya untuk pergi. Saya akan melakukan yang terbaik. Saya selalu ingin menang, saya kompetitif dan tidak suka kehilangan apa pun. Saya selalu menginginkan yang terbaik untuk klub, untuk ruang ganti, dan untuk diri saya sendiri.”

“Saya mengatakannya pada saat itu tidak cukup bagi kami [dengan permainan seperti saat itu di bawah arahan Quique Setien] untuk memenangi Liga Champions. Sebenarnya, sekarang saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Ada pelatih baru dan ide baru. Itu bagus, tapi kemudian kita harus melihat bagaimana tanggapan tim dan apakah itu akan memberi kita atau tidak kesempatan untuk bersaing.”

“Sepanjang tahun saya telah memberi tahu presiden bahwa saya ingin pergi, bahwa sudah waktunya untuk mencari tantangan baru dan arah baru dalam karier saya. ”

“Mengirim burofax menyatakan secara resmi bahwa saya ingin pergi dan bahwa saya bebas dan saya tidak akan menggunakan tahun terakhir saya. Itu bukan untuk membuat kekacauan, atau melawan klub, tapi cara untuk membuatnya resmi karena keputusan saya telah dibuat.”

“Apa yang mereka katakan adalah bahwa saya tidak mengirimkan burofax sebelum 10 Juni, tapi kami berada di tengah-tengah semua kompetisi dan itu bukan saatnya untuk mengatakannya. Selain itu, presiden selalu mengatakan kepada saya 'ketika musim selesai, Anda memutuskan apakah Anda tinggal atau pergi', dia tidak pernah menetapkan tanggal.”

Burofax adalah layanan pengiriman dokumen sekaligus sebagai alat bukti bahwa dokumen memang telah dikirim. Burofax biasanya digunakan apabila pengirim harus membuktikan secara hukum bahwa dokumennya telah dikirim dan penerima telah menerima sesuai dengan tanggal tertentu berserta isi pesannya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia