Wisuda di UNY, Pemain Timnas Indonesia Tak Bisa Ikut Latihan Bersama PSIS

Septian David Maulana - Instagram @septiandavidmaulana
29 Agustus 2020 18:47 WIB Imam Yuda Saputra Sepakbola Share :

Harianjogja.com, KENDAL–Penyerang PSIS Semarang, Septian David Maulana, tak terlihat berlatih bersama rekan-rekannya di Stadion Kebondalem, Kendal, Sabtu (29/8/2020) pagi. Pemain Timnas Indonesia itu absen dalam latihan kedua yang digelar PSIS Semarang pada masa pandemi Covid-19 karena harus mengikuti prosesi wisuda atau upacara kelulusan dari kampusnya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Septian David secara resmi diwisuda setelah dinyatakan lulus dari program S1 UNY. Ia pun saat ini resmi menyandang gelar sarjana pendidikan.

Meski wisuda digelar secara virtual atau online, Septian David memang tetap harus mengikuti prosesi tersebut. Hal itu lah yang membuatnya tak bisa mengikuti latihan bersama PSIS Semarang, Sabtu pagi.

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, mengaku sudah mengetahui perihal absennya Septian David. Pelatih berpaspor Montenegro itu pun mengapresiasi Septian David karena meski sibuk menjadi pemain sepak bola profesional, tapi tak melupakan pendidikan.

“David sudah izin ke saya bahwa dia akan wisuda. Hal ini yang harus dicontoh oleh semua pemain supaya tetap memikirkan pendidikan karena merupakan sesuatu yang penting bagi seorang pesepak bola. Semoga pemain lain juga mengikuti jejak David,” ujar Dragan, Sabtu.

Sementara itu, Dragan mulai menaikan porsi latihan bagi pemain PSIS Semarang. Ia mulai menerapkan porsi latihan dua kali sehari.

Hal ini dilakukan guna meningkatkan dan mengembalikan performa fisik pemain menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1.

“Mulai hari ini, kami latihan dua kali per hari untuk meningkatkan kondisi fisik pemain. Tadi kami latihan fisik ringan untuk awalan sebelum latihan normal mulai awal September,” ujar Dragan.

Menanggapi hal tersebut, bek PSIS Semarang, M. Rio Saputra, mengaku antusias. Ia menyambut baik program latihan yang diterapkan pelatih.

Menurut pemain asal Jepara itu, latihan dua kali sehari akan bermanfaat bagi dia dan rekan-rekannya.

 “Tidak masalah harus latihan dua kali dalam sehari. Di awal musim kemarin juga pelatih menerapkan hal yang sama. Apalagi latihan dua kali dalam sehari juga akan berdampak positif untuk pemain menjelang kompetisi Liga 1,” ujar latihan.

Sumber : JIBI/Solopos