Timnas Gelar Pemusatan Latihan di Portugal karena Banyak Lawan Beruji Coba

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong./Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
29 Agustus 2020 10:17 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memilih Portugal sebagai tempat melanjutkan pemusatan latihan Timnas U-19 kalau Piala Asia U-19 batal digelar. Alasannya di negara tersebut banyak calon lawan untuk beruji coba.

"Seandainya [Piala Asia U-19] di Uzbekistan batal digelar, saya sengaja pilih Portugal, karena di sana ada banyak pilihan lawan untuk dihadapi," kata manajer pelatih Shin Tae-Yong setelah memimpin latihan Timnas U-19 di Jakarta pada Jumat (28/8/2020).

BACA JUGA : Shin Tae-yong Bidik Elkan Baggott, Indra Sjafri: PSSI Tak Ada 

Piala Asia U-19 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang di Uzbekistan terancam batal digelar, karena pandemi Covid-19 belum reda.

Keputusan mengenai nasib kompetisi itu baru akan diumumkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang bermarkas di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 8 September 2020.

Timnas U-19 pada Sabtu (29/8/2020) bertolak ke Kroasia untuk melanjutkan program pemusatan latihan. Shin yakin secara psikologis pemusatan latihan di Kroasia akan sangat berat bagi para pemain, namun dia pun yakin seiring berjalannya waktu permainan anak-anak asuhnya bakal membaik.

Di Kroasia mereka juga akan memainkan sejumlah pertandingan persahabatan melawan Bulgaria, Kroasia, Arab Saudi, dan Qatar.

"Saya yakin ada peningkatan setelah tiga atau empat pertandingan. Jadi, akan mendapatkan hasil yang bagus," kata pelatih asal Korea Selatan itu.

BACA JUGA : Shin Tae-yong Bidik Elkan Baggott untuk Diikutkan TC di

Shin juga memuji perbaikan penampilan para pemain setelah ia gembleng sejak akhir Juli khususnya pada sektor stamina dan fisik.

Terkait dengan perubahan rencana pelatihan jangka panjang seandainya Piala Asia U-19 benar-benar dibatalkan, Shin menyatakan road map tim saat ini baru sampai fase latihan di Eropa.

Saat ini, Timnas U-19 yang rencananya dibawa ke Kroasia berjumlah 30 orang. Shin menegaskan kalau ada pemain yang tidak bisa mengikuti pola latihan, pemain tersebut terancam dipulangkan.

"Para pemain bisa ke Eropa karena dibayar pajak oleh masyarakat Indonesia. Jadi,  dia harus memberikan yang terbaik," tegas Shin.

Sumber : Antara