Final Liga Champions: Bayern Treble atau PSG Quadruple

Bayern Munchen - Instagram @fcbayern
21 Agustus 2020 23:47 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, LISBON—Musim 2012/2013 adalah salah satu momen paling membekas bagi Bayern Munich pada satu dekade terakhir. Bayern yang saat itu dilatih pelatih senior, Jupp Heynckes, menjelma sebagai klub paling berbahaya di Eropa. The Bavarians sukses menyabet gelar treble winners setelah memenangi Bundesliga, DFB Pokal dan ajang prestisius, Liga Champions.

Dalam perjalanan menuju trofi Liga Champions, Bayern membantai klub-klub kuat pada fase gugur seperti Juventus di perempat final (4-0), Barcelona di semifinal (7-0), sebelum mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 2-1 di babak final. Tujuh tahun berselang, empat pemain Bayern yakni Manuel Neuer, Thomas Muller, David Alaba dan Jerome Boateng, seperti mengalami déjà vu. Mereka adalah skuat treble Bayern tersisa yang kini giliran membantu tim lolos ke final Liga Champions musim ini. Menghadapi Olympique Lyon pada semifinal di Estadio Jose Alvalade, Kamis (20/8/2020) dini hari WIB, Bayern menang tiga gol tanpa balas lewat brace Serge Gnabry di babak pertama dan aksi Robert Lewandowski di pengujung laga.

Skuat Bayern musim 2019/2020 ini pun tinggal selangkah lagi menyamai superioritas tim di era 2012/2013. Seusai memenangi Bundesliga dan DFB Pokal, Bayern bisa mengakhiri musim ini dengan titel treble winners bakal di tangan jika mereka mampu membekuk Paris Saint-Germain (PSG) di laga final, Senin (24/8) dini hari WIB. Kiper Bayern, Manuel Neuer, menilai tim dapat mengulangi capaian tujuh tahun silam karena memiliki skuat yang lebih berkualitas. “Kami dalam posisi yang lebih baik di seluruh lini. Kami punya tim yang berisikan tidak hanya 18 pemain top, fantastis rasanya punya tim seperti ini,” ujar Neuer dilansir Sportskeeda, Kamis (20/8/2020).

Pendapat Neuer tampaknya tak berlebihan. Dalam kampanye di Liga Champions musim ini, Bayern sukses menyapu bersih 10 laga dengan kemenangan. Mereka menghantam tim sekelas Barca dan Chelsea di fase gugur dengan skor mencolok (8-2 dan 7-1). Namun PSG yang sudah menunggu di final jelas bukan tim yang mudah dilipat. Apalagi Les Parisiens berkesempatan meraih quadruple (empat trofi sekaligus dalam semusim) dengan menjuarai Liga Champions. Sebelumnya Angel Di Maria dkk. telah memenangi Ligue 1, Piala Liga dan Piala Prancis. PSG sendiri diisi banyak pemain bintang seperti Neymar, Kylian Mbappe dan Mauro Icardi. “Paris merupakan tim hebat. Mereka berjuang dengan cara mereka di semifinal lalu mencapai final. Kami akan menganalisis beberapa hal, kami tahu bahwa mereka mempunyai pemain-pemain cepat,” ujar Pelatih Bayern, Hansi Flick.