Skenario MU Seandainya Gagal Dapatkan Sancho

Jadon Malik Sancho - Reuters/Leon Kuegeler
05 Agustus 2020 23:27 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Manchester United (MU) dikabarkan akan mundur dari perburu penyerang Borussia Dortmund, Jadon Sancho, karena masalah biaya transfer.

Pemain asal Inggris tersebut masih menjadi target utama pelatih Ole Gunnar Solskjaer musim panas ini, tetapi Manchester United siap mundur dari negosiasi bila mereka tidak dapat mencapai harga kesepakatan yang realistis.

Dortmund diketahui menginginkan dana 120 juta euro (sekitar Rp2,05 triliun) untuk mantan pemain Manchester City itu, tetapi United tidak bersedia mengeluarkan dana sebesar itu dengan efek pandemi virus corona masih terasa di klub-klub Eropa.

Menurut sejumlah laporan yang dihimpun termasuk yang dikutip dari Goal, Rabu, Sancho telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Setan Merah, tetapi proses negosiasi masih berlanjut dan masih belum ada kesepakatan yang tercapai.

Klub masih dibayangi kesalahan mereka dalam merekrut Alexis Sanchez dan dampak gajinya yang tinggi pada struktur keuangan di klub.

Akibatnya, Manchester United akan mempertimbangkan dengan matang untuk memberikan pemain berusia 20 tahun itu gaji yang tinggi.

Solskjaer mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada Selasa bahwa klub tidak akan terburu-buru melakukan transfer di musim panas ini.

“Jendela transfer ini sangat panjang, setiap transfer mengambil jalurnya sendiri. Begitulah adanya,” kata pelatih asal Norwegia itu.

Dortmund sendiri bahwa 10 Agustus adalah tenggat waktu untuk menuntaskan transfer Jadon Sancho karena klub Jerman tersebut ingin mempersiapkan skuat mereka untuk musim baru.

Bila Manchester United tidak bisa mendatangkan sang pemain saat batas waktu habis, maka mereka akan beralih ke target lainnya.

Pemain sayap Bayern Munchen Kingsley Coman adalah pemain lain yang diminati Solskjaer dan United dapat fokus ke Coman atau alternatif lain bila mereka tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Dortmund.

Sumber : Antara