Jatuh Bangun Juventus Mempertegas Rekor Scudetto

Cristiano Ronaldo - Instagram @juventus
27 Juli 2020 21:47 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Adakah yang mampu menandingi kedigdayaan Juventus di kompetisi Serie-A? Jika ukurannya satu dasawarsa terakhir, jawabannya bisa dibilang hampir nihil. Musim ini Si Nyonya Tua kembali menunjukkan dominasinya dengan merebut scudetto di saat kompetisi masih menyisakan dua laga. Gelar tersebut dipastikan setelah Juventus menghajar Sampdoria dengan skor 2-0 di Allianz Stadium, Senin (27/7/2020) dini hari WIB. Dua gol kemenangan tuan rumah dilesakkan Cristiano Ronaldo dan Federico Bernadeschi di masing-masing babak.

Ini adalah trofi Serie A kesembilan beruntun bagi Juve dan ke-36 sepanjang sejarah tim. Dalam 10 tahun terakhir, mereka hanya kecolongan sekali saat AC Milan menjuarai kompetisi musim 2010/2011. Saking dominannya Juve di Italia, jumlah gelar mereka belum mampu ditandingi meski trofi scudetto duo Milan digabung! (lihat grafis). Juventus pun menggamit tagline “Stron9er” dengan huruf “g” diganti angka 9 sebagai simbol perayaan sekaligus penanda jumlah scudetto beruntun mereka. Stronger juga berarti lebih kuat, sama seperti yang dilakukan Juve dari musim ke musim.

“Gelar ini didedikasikan untuk semua penggemar Juventus, khususnya bagi mereka yang telah menderita karena pandemi [Covid-19],” ujar bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, yang musim ini telah mencetak 31 gol, terbanyak di Juventus sejak era Felice Borel pada 1933/1934, dilansir juventus.com, Senin.

Meski sukses mempertahankan supremasi, barangkali ini menjadi salah satu scudetto tersulit yang diraih Juventus dalam satu dasawarsa terakhir. Performa Bianconeri sempat inkonsisten seusai restart kompetisi dengan hanya memetik tiga kemenangan dari tujuh laga pamungkas (termasuk lawan Il Samp). Beruntung para rival seperti Lazio dan Inter Milan juga kerap tersandung sehingga Juve terus aman di singgasana.

Peralihan pelatih dari Massimiliano Allegri ke Maurizio Sarri juga menjadi tantangan tersendiri. Stabilitas yang sudah dibentuk Allegri selama lima musim bersama Juve harus dirombak dengan pendekatan “Sarriball”. Perubahan ini memang masih membuat Juve menjadi tim tajam dengan torehan 75 gol dari 36 laga. Namun Juve juga mencatatkan torehan kampiun dengan pertahanan terbobrok selama 60 tahun. Gawang Wojciech Szczesny sudah kebobolan 38 kali dari 36 laga. “Juara musim ini tidaklah seperti jalan-jalan di taman. Ini panjang, sulit, menegangkan, dan tim ini layak mendapat banyak pujian. Mereka terus menemukan rasa lapar setelah meraih delapan gelar beruntun,” ujar Sarri yang akhirnya mengangkat trofi scudetto sejak berkarier sebagai pelatih pada 1990.  

Sarri masih punya satu misi lagi musim ini yakni memenangi Liga Champions. Perjuangannya di leg II babak 16 besar cukup berat karena harus membalikkan ketertinggalan 0-1 dari Olympique Lyon. Namun Sarri enggan merisaukannya. “Sekarang mari kita nikmati gelar musim ini. Berikutnya, kami bakal memburu Liga Champions,” eks Manajer Chelsea itu.

Sumber : JIBI/Solopos