Serie A Liga Italia Tak Lagi Disiarkan di Indonesia & Dunia, Ini Alasan dan Cerita di Baliknya

Aksi Cristiano Ronaldo tak bisa lagi disaksikan lewat layar kaca. - Instagram @cristiano
23 Juni 2020 01:57 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penggemar Serie A Liga Italia harus menelan kekecewaan. Saat kompetisi dilanjutkan kembali menyusul pelonggaran pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, siaran langsung Serie A malah disetop oleh Bein Sports, pemegang hak siar kompetisi Liga Italia di 35 negara, termasuk Indonesia.

 “Tidak ada lagi pertandingan Serie A yang disiarkan di jaringan Bein Sports seluruh dunia. Tidak pantas untuk memberikan komentar lebih lanjut, selain mengatakan bahwa posisi hukum kami jelas. Kami telah menyepakati kontrak selama tiga tahun,” demikian pernyataan Juru Bicara Bein Sports sebagaimana dikutip dari France24, Senin (22/6/2020) malam WIB.

BACA JUGA: Mario Gotze, Kemerosotan Tuhan Palsu

Serie A sudah dimulai sejak Sabtu (21/6/2020) setelah tertunda selama tiga bulan akibat pandemi Covid-19. Pertandingan yang dimainkan akhir pekan lalu adalah empat laga tunda pekan ke-25, yakni Torino vs Parma, Verona vs Cagliari, Atalanta vs Sassuolo, dan Inter vs Sampdoria.

Dalam siarannya, Bein Sports 2 sudah menjadwalkan laga-laga tersebut, tetapi urung menayangkannya dan menggantinya dengan Liga Turki. Penggantian tayangan Liga Italia dengan Liga Turki oleh Bein Sports tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga Prancis. Lewat Instagram, Bein Sports Indonesia menjelaskan alasan pembatalan siaran langsung karena masalah kontrak.

Stasiun televisi nasional RCTI pun berencana menyiarkan laga Inter vs Sampdoria, tetapi lantas lewat akun Instagram mengumumkan pembatalan dengan alasan kendala teknis.

Bein Sports 2 sempat mengiklankan laga Bologna vs Juventus yang dimainkan Selasa (23/6/2020) dini hari WIB, tetapi kemudian membatalkannya dan menggantinya dengan laga Liga Turki, Alanyaspor Vs Trabzonspor.

Pangkal masalah pembatalan siaran langsung adalah konflik antara Bein Sports dengan Serie A.

Bein Sports, broadcaster dari Qatar memegang hak siar Serie A hingga 2021 di 35 negara, termasuk Indonesia, Filipina, Prancis, Turki, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Bein Sports dan Serie A menyepakati hak siar senilai US$500 juta atau setara Rp7,1 triliun  untuk tiga musim dari 2018.

BACA JUGA: Mengapa Cristiano Ronaldo Masih Hebat di Usia Tua? Ini Rahasianya

Persoalan muncul ketika Serie A menggelar final Supercoppa Italiana atau Piala Super Italia antara Juventus dan Lazio di Arab Saudi pada Desember 2019. Bein Sports mendesak Serie A tidak menggelar pertandingan tersebut di Saudi. Namun, Serie A tak bergeming. Laga tetap digelar di King Saud University Stadium, Riyadh. Lazio menang 3-1.

Hubungan Bein Sports dengan Arab Saudi memanas sejak 2017, dilatarbelakangi buruknya hubungan antara Qatar dengan negara-negara Teluk, termasuk Saudi, yang berujung pada pemutusan diplomatik. Konflik itu berimbas pada sepak bola. Siaran langsung Bein Sports diblokir di Saudi. Lantas, lahirlah broadcaster di Arab Saudi, BeoutQ. Stasiun televisi itu membajak siaran langsung Bein Sports, termasuk Serie A yang sangat digemari di Timur Tengah, dan menayangkannya di Saudi.

BACA JUGA: Perjalanan Mohamed Salah dari Delta Sungai Nil Menjadi Superstar Anfield, dan Penyebab Kegagalannya di Chelsea

Bein Sports menuduh Pemerintah Kerajaan Saudi berada di belakang BeoutQ.

Presiden Bein Sports Yousef Al-Obaidly, sebagaimana dilansir Bloomberg, mengkritik keras Serie A yang menjalin hubungan dengan Kerajaan Saudi yang dia sebut sebagai sponsor pembajakan broadcaster internasional. Posisi Bein kian kuat setelah Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO pada Selasa (16/6/2020) lalu menyebut Kerajaan Saudi berada di belakang BeoutQ dan membawa siaran langsung sepak bola di negara tersebut lewat satelit Arabsat.

Selama konflik Bein Sports dengan Arab Saudi tak selesai, selama itu pula penggemar Serie A di seluruh dunia harus puasa menyaksikan siaran langsung.