Liga Inggris Dimulai Pekan Depan, Pemain Tampil Tanpa Nama Punggung

Pemain Arsenal berlutut sambil mengenakan kaus bernada dukungan terhadap anti-rasialisme. - Instagram
12 Juni 2020 16:17 WIB Arief Junianto Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Restart Liga Premier yang akan dilakukan pekan depan akan menampilkan suasana yang berbeda.

Tak seperti biasanya, pemain dari klub-klub yang akan bertanding nantinya akan mengenakan jersey khusus tanpa nama punggung. Sebagai gantinya, di setiap jersey pemain akan terpampang slogan Black Lives Matter

Seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (12/6/2020) inisiatif tersebut disepakati bersama saat pertemuan antara sejumlah kapten tim serta perwakilan klub kontestan Liga Premier, Kamis (11/6/2020). Rencananya, jersey khusus itu akan dikenakan setiap pemain saat putaran pertama restart Liga Premier.

Dalam pertemuan tersebut, diputuskan bahwa semua kontestan Liga Premier sepakat untuk mengikuti semua protokol kesehatan dan keamanan. Dengan begitu laga pembuka restart Liga Premier yang mempertemukan Aston Villa kontra Sheffield United tetap digelar sesuai jadwal, yakni Kamis (18/6/2020) dini hari WIB.

Selain itu, Football Association (FA) juga menyambut baik dan mendukung rencana tersebut. Mereka memastikan tidak akan menghukum pemain jika ada yang melakukan aksi berlutut sebelum pertandingan.

Hal yang sama juga berlaku untuk pemain yang merayakan gol dengan menunjukkan pesan-pesan anti-rasialisme melalui kaos atau benda lainnya. Padahal, normalnya, aksi ini bisa berujung kartu kuning atau hukuman denda.

Tak hanya itu, dalam laga restart tersebut, setiap pemain akan mengheningkan cipta selama semenit sebelum peluit kick off dibunyikan.

Seperti diketahui, slogan Black Lives Matter muncul sebagai bentuk kampanye untuk menyuarakan anti-rasialisme setelah tewasnya George Floyd di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Kasus meninggalnya Floyd menimbulkan reaksi keras masyarakat di hampir semua negara bagian di Amerika Serikat, tak terkecuali di negara lain, termasuk Eropa.

Sebelumnya, para pemain klub-klub EPL telah menyuarakan dukungan mereka lewat gerakan berlutut dan mengenakan kaos hitam bertuliskan slogan BLM, baik di tempat latihan pun sebelum sepak mula laga uji coba yang banyak dilangsungkan pekan ini.

Tak cukup anti-rasialisme, dalam laga restart Liga Premier pekan depan, jersey pemain juga dihiasi emblem khusus berbentuk hati. Emblem ini dimaksudkan sebagai simbol untuk memberikan dukungan dan apresiasi terhadap Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS).

Manajer salah satu klub kontestan Liga Premier, Brighton, Graham Potter mengatakan momentum tersebut sangat baik untuk menyuaran anti-rasialisme di dunia sepak bola, khususnya Inggris. Betapa tidak, kata dia, masyarakat kulit hitam dan minoritas lainnya masih acap terpinggirkan dari dunia sepak bola, salah satunya untuk mengisi posisi sebagai pelatih.