Pekerja Pembangunan Stadion Piala Dunia Qatar Berbulan-bulan Tidak Digaji

Trofi Piala Dunia - Reuters
11 Juni 2020 23:07 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perusahaan Qatar yang turut membangun stadion Piala Dunia 2022 dilarang ikut dalam proyek-proyek Piala Dunia setelah selama berbulan-bulan tak menggaji pekerjanya. Amnesty International menyebut kasus ini telah menunjukkan sangat rendahnya standar kesejahteraan pekerja.

Menurut laporan Reuters, Kamis (11/6/2020), sekitar 100 karyawan sebuah perusahaan subkontraktor Qatar, Qatar Meta Coats (QMC), mengerjakan Stadion Al Bayt selama tujuh bulan tak dibayar dan tak mendapatkan gaji,

QMC juga tidak memperbarui izin tinggal sebagian besar pekerjanya yang sangat penting bagi pekerja asing di Qatar. Para pekerja yang diwawancarai mengaku harus membayar antara 900 sampai 2.000 dolar AS sebagai uang rekrutmen dari agen-agennya di luar Qatar.

Sebuah komite yang menjadi panitia penyelenggara Piala Dunia Qatar mengaku sudah bertemu dengan QMC dan para pemangku kepentingan lain yang menghasilkan pembayaran gaji tiga bulan yang tak dibayarkan.

QMC sudah dikeluarkan dari proyek stadion itu dan dilarang mengerjakan proyek-proyek Piala Dunia sampai pemberitahuan lebih lanjut, kata komite tersebut.

FIFA mengaku mengkhawatirkan kabar karyawan tidak digaji ini namun tidak sepakat dengan pendapat bahwa insiden itu menunjukkan adanya proses seleksi proyek yang tidak transparan yang tidak melindungi hak-hak pekerja dan komitmen FIFA terhadap hak asasi manusia.

Pemerintah Qatar sendiri mengaku sudah menjatuhkan sanksi keuangan kepada QMC dan membekukan perusahaan ini sampai semua upah dibayarkan kepada pekerja.

Sumber : Antara