Selama Pandemi, Pemain Liga Italia Dilarang Mendekat ke Wasit Saat Protes

Inter Milan - Instagram inter
22 Mei 2020 23:17 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Serie A menyiapkan banyak protokol kesehatan dan keselamatan untuk kembali menjalani kompetisi musim ini. Salah satu hal yang diatur lebih ketat yakni cara pemain protes pada wasit. Para penggawa tim diperintahkan tidak memprotes sang pengadil lapangan dari jarak dekat. Kalaupun harus melancarkan protes, pemain harus melakukannya dengan jarak 1,5 meter dari perangkat pertandingan.

Sejumlah aturan terkait “new normal” di Seri-A kini tengah difinalisasi jelang pertandingan di tengah pandemi Covid-19. Seri-A berencana menggelar kembali kompetisi pada 13 atau 20 Juni mendatang. Dilansir Football Italia, Jumat (22/5/2020), Seri-A memiliki draft protokol setebal 36 halaman untuk digodok. Sejumlah poin yang akan dibahas mulai soal katering, media, penempatan pemain pengganti di tribune, pertukaran maskot, pelarangan jabat tangan, sesi foto tim, sampai larangan protes pada wasit.

Aturan soal protes pada wasit menjadi poin yang paling menarik perhatian. Kini para pemain hanya boleh melakukan protes minimal dalam jarak 1,5 meter dari posisi wasit. Adapun ritual foto tim sebelum pertandingan juga diusulkan dihilangkan. Sedangkan katering pemain hanya boleh disediakan juru masak masing-masing klub. Awak media pun bakal terkena dampak aturan “new normal”. Mereka harus melakukan serangkaian tes sebelum bisa masuk stadion.

Seri-A sendiri menjadi salah satu liga elite Eropa yang belum memiliki kejelasan soal berlanjutnya kompetisi. Pemerintah Italia kabarnya bakal ketok palu pekan depan mengenai jadwal kick off di masa pandemi. Pekan ini para pemain mulai dibolehkan berlatih secara normal di ruang terbuka. Klub-klub sebelumnya sudah sepakat melanjutkan 12 pekan tersisa menyusul penangguhan kompetisi sejak 12 Maret. Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, berencana membicarakan kelanjutan musim pada 28 Mei. “Saya rasa kami punya semua data yang kami butuhkan, untuk memutuskan apakah liga akan diteruskan dan kapan waktunya,” ujarnya. Saat Seri-A dihentikan, Juventus memimpin klasemen dengan 63 poin dari 26 laga, unggul satu poin atas Lazio.

Sumber : JIBI/Solopos