Liga Inggris Akan Dilanjutkan, Pemain Tak Mau Jadi Kelinci Percobaan

Danny Rose, khawatir bermain di tengah pandemi Covid-19. - Instagram thesports_bunker
15 Mei 2020 23:07 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, LONDON—Asosiasi Pemain Profesional Inggris (PFA) bersuara keras mengenai rencana kelanjutan Liga Premier Inggris pada pertengahan Juni. Kebijakan tersebut dinilai menjadikan cabang sepak bola sebagai kelinci percobaan untuk olahraga lain di Inggris. Sejumlah pihak pun menilai pemain berhak menolak berlatih jika khawatir dengan keselamatannya.

Liga Premier berencana memutar kembali kompetisi pada 12 Juni menyusul pertemuan klub pada 11 Mei. Namun hasil pertemuan lanjutan antara kapten tim dan pelatih dengan otoritas liga mendorong kompetisi digelar mulai 19 Juni.  Inggris dengan Project Restart Plan yakin bisa jadi contoh untuk olahraga-olahraga lain di negara itu yang juga disetop karena pandemi Covid-19. Hal ini lantas menimbulkan pertentangan dari para pemain.

PFA menilai para pemain Liga Premier tak sepatutnya dijadikan kelinci percobaan di masa pandemi hanya karena kepentingan ekonomi klub. Sebab pandemi corona di Inggris belum mereda dan jumlah kasus masih berpotensi bertambah setiap hari. “Tidak mudah ketika kami berdiam diri selama lebih dari enam pekan di rumah, tiba-tiba saja kami harus jadi yang pertama memulai di tengah pelonggaran lockdown ini,” ujar Chief Executive PFA, Gordon Taylor, dilansir Sky Sports, Kamis (14/5/2020).

Sejumlah pemain seperti Raheem Sterling, Sergio Aguero dan Danny Rose juga menyatakan penolakannya untuk bermain di masa pandemi corona. Rose mengaku khawatir dengan keselamatan pemain jika memaksakan diri bertanding. “Saya tidak peduli dengan moral negara. Hidup semua orang sedang dipertaruhkan. Bahkan kembalinya sepak bola tidak seharusnya diperbincangkan sampai angka menurun secara masif,” ucap pemain Tottenham Hotspur yang sedang dipinjam Newcastle United itu.

Departemen Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris menegaskan pemain berhak menolak bermain apabila tidak merasa aman dengan regulasi yang disiapkan. Kepala Eksekutif Lembaga Pemerintah Olahraga Inggris, Sally Munday, menilai setiap atlet berhak memiliki respons berbeda menyikapi Covid-19. “Banyak yang ingin kembali berlatih sesegera mungkin, ada juga yang memiliki kepedulian tulus atau keadaan pribadi yang membuat semua ini jadi menantang,” ujar Munday.

Sumber : JIBI/Solopos