Mantan Pelatih Milan Kandidat Kuat Arsitek Torino

Marco Giampaolo - Forza Italian Football
11 Mei 2020 06:02 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Marco Giampaolo, mantan pelatih AC Milan dan Sampdoria, disebut-sebut tampil sebagai kandidat terkuat untuk melatih Torino musim 2020 – 2021.

Tuttosport yang dikutip Football Italia pada Minggu (10/5/2020) mengabarkan hal itu setelah manajemen klub Serie A Italia tersebut memutuskan untuk tidak akan memperpanjang masa kerja Moreno Longo.

Bahkan, Giampaolo disebutkan sudah menyepakati secara prinsip untuk menukangi Il Toro alias Banteng, meskipun regulasi Serie A tidak memungkinkan seorang pelatih dikontrak lebih dari satu klub dalam satu musim.

Giampaolo dipecat Milan pada 8 Oktober 2019 setelah baru memimpin tujuh pertandingan liga, sehingga lelaki berusia 52 tahun itu harus menunggu hingga musim 2020 - 2021 untuk menangani klub Serie A lainnya.

Menrut catatan Bisnis, sebelum melatih Milan dan Sampdoria, Giampaolo pernah pula menukangi Ascoli, Cagliari, Siena, Catania, Cesena, Brescia, Cremonese, dan Empoli.

Torino musim ini juga sudah memecat Walter Mazzari, tetapi Longo—44 tahun dan bertanggung jawab atas tim muda Torino sepanjang 2009 hingga 2016—sebagai pengganti tidak menunjukkan pekerjaan yang baik.

Selain Giampaolo, Torino disebut memiliki beberapa opsi lain seperti bekas pelatih SPAL Leonardo Semplici, pelatih Hellas Verona Ivan Juric, dan pelatih Milan saat ini Stefano Pioli.

Menggantikan Giampaolo di Milan, Pioli juga dikabarkan tengah di ujung tanduk nasibnya karena Rossoneri selama beberapa bulan terakhir tengah berusaha mendatangkan Ralf Rangnick, yang melatih klub Bundesliga RB Leipzig musim lalu.

Berdasarkan data Soccerway, Torino, rival sekota Juventus di Turin, saat ini menempati peringkat ke-15 klasemen sementara Serie A dengan koleksi nilai 27, hanya berjarak 2 angka di atas zona merah degradasi.

Torino menelan kekalahan beruntun di enam pertandingan terakhir Serie A sebelum dihentikan akibat pandemi corona pada pertengahan Maret lalu. Dua dari enam kekalahan itu bahkan dengan skor telak yani 0 - 7 di kandang sendiri dari tamunya Atalanta serta 0 - 4 ketika bertandang ke markas Lecce.

Sumber : Bisnis Indonesia