Kelanjutan Liga Inggris Belum Jelas

Penyerang Liverpool Sadio Mane - Reuters/Carl Recine
06 Mei 2020 15:07 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Inggris dan Liga Primer belum mencapai titik kepastian meneruskan kompetisi, karena para dokter klub  mengirim surat dengan 100 poin kepada penasihat medis Liga Primer Mark Gillett dan Direktur Sepak Bola Richard Garlick.

Menurut The Athletic yang dikutip Football Italia pada Rabu (6/5/2020), kekhawatiran yang diungkapkan dokter-dokter itu termasuk pedoman terhadap hal-hal yang masih membawa risiko kematian.

Hal-hal lainnya di antaranya pertanggungjawaban dan asuransi, kemungkinan penularan melalui keringat dan sarung tangan penjaga gawang, kecurigaan “beberapa klub sudah mengabaikan pedoman”. dan ketersediaan layanan darurat untuk di tempat pelatihan.

Karantina wilayah yang diberlakukan di Inggris tidak seketat Italia yang merupakan negara paling parah terhantam pandemi virus corona Covid-19, pemain mereka tidak memerlukan izin untuk melanjutkan pelatihan.

Sebagai contoh, dua klub London, Arsenal dan Tottenham Hotspur, telah mulai latihan di lapangan mereka, meskipun dengan jarak sosial dalam kelompok-kelompok kecil.

Liga Primer Inggris dihentikan sejak Maret lalu untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Belakangan keinginan dari kontestan Liga Primer menguat untuk menggulirkan kembali kompetisi.

Posisi klasemen sementara Liga Primer Inggris masih terus dikuasai Liverpool. Klub berjuluk Si Merah yang bermarkas di Anfield itu memang memimpin klasemen sejak awal kompetisi musim 2019 - 2020.

Tim asuhan pelatih berpaspor Jerman Jurgen Klopp tersebut tinggal memerlukan 6 poin lagi untuk memastikan menggenggam gelar juara Liga Primer Inggris musim ini dengan masih menyisakan sembilan matchday lagi.

Jordan Henderson dan kawan-kawan sudah mengoleksi nilai 82 dan itu berselisih sangat jauh, yakni 25 angka, dari juara bertahan Manchester City di posisi kedua. Jadi, sebenarnya wajar saja jika sejumlah pihak menyatakan penetapan Liverpool sebagai juara tak aneh jika kompetisi diputuskan disetop..

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia