Pelatih Belgia Minta Komentator Tak Lagi Kritisi Lukaku

Penyerang Timnas Belgia Romelu Lukaku/Reuters - Francois Lenoir
27 April 2020 15:02 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Belgia Roberto Martinez mengeluhkan para komentator sepak bola menghabiskan terlalu banyak waktu menilai striker Inter Milan Romelu Lukaku.

"Tidak ada yang akan berbicara tentang Diego Maradona yang jarang menggunakan kaki kanannya," kata pelatih berpaspor Spanyol itu.

Martinez berbicara kepada surat kabar The Times dan dilansir Football Italia pada Minggu (26/4/2020) setelah Lukaku membuat awal yang mengesankan untuk karirnya di klub Serie A Inter Milan, mencetak 23 gol dalam 35 pertandingan kompetitif.

“Para pakar memiliki keahlian untuk selalu menyoroti apa yang tidak dilakukan pemain. Ada pemain tertentu yang selalu disoroti hal-hal baik yang mereka lakukan, dan untuk pemain lain ada hal-hal yang disoroti yang tidak mereka lakukan. Rom masuk ke dalam kategori itu setelah di Chelsea,” kata Martinez.

“Dia memiliki beberapa musim yang fenomenal di Everton, tetapi saat dia meninggalkan Everton [pindah ke Manchester United] hampir ada perasaan bahwa semua orang akan menyoroti ketika Rom tidak mencetak gol, maka itu akan menjadi negatif tentang penampilannya.”

“Kualitas Rom luar biasa. Dia pencetak gol, tak bisa diukur tentang hal lain yang tak dia lakukan, seperti Diego Maradona 'tak bisa menekel', 'tak bagus dalam bertahan' atau 'tak bisa menggunakan kaki kanan'. Tak ada yang bicara berapa kali Maradona menggunakan kaki kanan. Rom pencetak gol, itu tugasnya, dia melakukan dengan cara terbaik."

Pemain depan bernama lengkap Romelu Menama Lukaku Bolingoli ini mencetak 52 gol dalam 84 caps untuk Timnas Belgia senior. Penyerang berdarah Kongo ini akan berusia 28 tahun pada 13 Mei 2020.

Dia memulai karir profesional bersama klub jagoan Belgia An derlecht pada 2009 dan dua musim kemudian pindah ke Chelsea.

Setelah pada musim 2013-2014 dipinjamkan ke Everton, dia kemudian dipermanenkan di klub yang bermarkas di Liverpool tersebut dan berada di goodison Park selama 3 tahun hingga pada 2017 berseragam Manchester United.

Dia ke Serie A Italia untuk membela Inter Milan sejak musim panas tahun lalu, pindah dengan mahar transfer 80 juta euro dan dikontrak 5 tahun. Dia menjadi pemain Belgia ketiga yang mencetak gol untuk Inter setelah Enzo Scifo dan pemain berdarah Batak Radja Nainggolan.

Sumber : Bisnis Indonesia