Liga Prancis Ancang-Ancang, Cek Kesehatan Pemain pada 11 Mei

Suporter Paris Saint-Germain/Reuters - Charles Platiau
26 April 2020 14:02 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Para pesepak bola papan atas Prancis akan kembali ke klub mereka mulai 11 Mei untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap dengan harapan memulai kembali Ligue 1 pada Juni sambil menunggu lampu hijau dari pemerintah, kata Liga Prancis (LFP).

Dewan LFP bertemu untuk meninjau kembali poin-poin utama dari rancangan dokumen tentang protokol medis dan kesehatan terkaot dengan pandemi corona yang dibuat oleh perwakilan liga bagi dokter klub, katanya dalam pernyataan tersebut.

Dokumen tersebut "memperkirakan kembalinya para pemain ke pusat pelatihan pada mulai 11 Mei untuk menjalani pemeriksaan medis lengkap, serta tes swab, diikuti pemantauan harian, yang akan diperinci ... antara sekarang dan akhir April," kata pernyataan itu seperti dikutip AFP pada Sabtu (25/4/2020).

LFP juga mengindikasikan memilih opsi tetap "melanjutkan liga pada pertengahan Juni dengan mengetahui ketentuan pelonggaran lockdown yang akan dikemukakan oleh pemerintah pada beberapa hari mendatang". Prancis sedang dalam pemberlakuan lockdown secara nasional hingga 11 Mei.

LFP juga mencapai kesepakatan dengan lembaga penyiaran Canal Plus dan Bein Sports soal sengketa pembayaran.

Kedua perusahaan televisi menahan uang setelah liga dihentikan tanpa batas waktu. Pernyataan dari LFP menyebutkan mereka telah sepakat untuk membayar jumlah relatif untuk sejumlah pertandingan yang sudah disiarkan.

Harian olahraga Prancis L'Equipe melaporkan jumlah pembayaran dari Canal Plus sekitar 37 juta euro.

Sementara, presiden Federasi Sepak Bola Prancis Noel Le Graet berharap kedua final Piala Prancis dan Piala Liga bisa dimainkan sebelum musim liga dimulai lagi.

Paris Saint-Germain akan bertemu Saint-Etienne pada Piala Prancis, sementara tim asuhan Thomas Tuchel itu dijadwalkan menghadapi Lyon pada Piala Liga.

Sepak bola di Eropa telah berhenti sejak pertengahan Maret akibat pandemi virus corona. Prancis sudah mencatat hampir 22.000 kematian terkait virus tersebut menurut angka terakhir pada Jumat.

Sumber : Bisnis Indonesia