Hanya Berikan Gaji 10% kepada Pemain, Ini Pembelaan Persita

Persita Tangerang - Antara
13 April 2020 00:27 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Manajemen Persita Tangerang siap berdiskusi dengan PSSI perihal keputusan menggaji pemain dan ofisial hanya sebesar 10% selama kompetisi dihentikan sementara akibat merebaknya virus Corona di Tanah Air.

Keputusan menggaji 10% itu dipertanyakan PSSI karena berbeda dengan kontestan lainnya yang memilih memberikan hak pemain dan ofisial sebesar 25%.

"Sampai sekarang PSSI belum menghubungi kami terkait dengan pembayaran gaji yang kami lakukan kepada pemain yang hanya 10 persen tersebut," ujar Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara, saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Sebelumnya, PSSI mengeluarkan keputusan force mejeure dari Maret hingga Juni. Pihak klub membolehkan menggaji pemain maksimal 25% dari total yang diterima.

Namun, tim berjuluk Pangeran Cisadane itu memilih untuk menggaji pemain sebesar 10%. Penggajian yang diambil manajemen beralasan, pasalnya mereka telah memberikan gaji penuh untuk Maret. Sementara status force mejeure PSSI berlaku Maret hingga Juni.

"Kami akan jelaskan secara detail mengapa kami hanya mampu membayar pemain 10 persen. Karena dalam keputusan PSSI maksimalnya 25 persen, dan kami menggaji 10 persen karena telah membayar full pada bulan Maret," kata dia.

Rencananya, PSSI menjadwalkan Liga 1 dan Liga 2 kembali bergulir pada Juli mendatang, dengan catatan situasi sudah membaik. Namun, bila pemerintah menambah masa tanggap darurat yang berakhir pada 29 Mei, karena virus corona masih tak terkendali, kompetisi musim ini dibatalkan.

Sumber : Antara