Kapten Atalanta Sebut Warga di Italia Ngeyel Keluar Rumah

Gelandang Argentina yang juga kapten Atalanta Alejandro Papu Gomez - Antara.
25 Maret 2020 11:02 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Larangan pemerintah Italia untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid - 19 seringkali dilanggar oleh masyarakat.

Hal itu diungkapkan kapten Atalanta Alejandro Gomez yang menyaksikan penduduk kota Bergamo menggunakan segala cara untuk menghindar dari seruan lockdown itu. Padahal, Bergamo yang menjadi basis Atalanta merupakan kota di Italia yang paling parah terhantam epidemi virus corona.

Menurut dekrit pemerintah Italia, penduduk dilarang keluar rumah untuk ke supermarket atau bekerja, atau sekadar jalan-jalan bersama anjingnya. Olahraga sendirian di luar rumah dibolehkan jika orang masih berada dekat rumahnya.

Dalam praktiknya, kata Gomez, aturan itu acap kali dilanggar oleh banyak orang di kota itu.

"Tetap saja ada orang di jalan-jalan. Ada yang keluar untuk berlari, ada yang pergi ke taman untuk sit-up, ada yang mengajak anjingnya jalan-jalan karena mereka bosan di rumah atau ada juga yang bohong agar bisa ke supermarket," kata Gomez dalam wawancara dengan harian olah raga Ole, media negara asalnya, Argentina, seperti dilansir Antara, Selasa (24/3/2020).

"Saya tak keluar untuk lari-lari sekalipun saya olahragawan dan itu tugas saya," sambung Gomez.

Di Bergamo di provinsi Lombard di Italia timur laut, 134 dokter dari total 600 dokter atau 22 persennya, jatuh sakit atau dikarantina, kata Guido Marinoni, ketua asosiasi dokter setempat. Tiga dokter meninggal dunia.

Di Italia lebih dari 6.000 orang meninggal dunia akibat virus corona, sedangkan 63.927 kasus terkonfirmasi yang merupakan paling buruk di Eropa. Serie A sudah dihentikan sementara sejak 9 Maret.

Kasus pertama virus ini dilaporkan di Italia utara pada pekan ketika Atalanta menikmati malam paling menyenangkan dalam sejarah mereka ketika menggebuk Valencia 4-1 pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Mereka memenangkan leg kedua dengan 4-3.

"Saya kira banyak misinformasi sejak awal dan kami semua menganggap enteng hal ini. Kami kira itu cuma flu biasa, virus yang biasa muncul pada musim dingin, jadi kita tetap menjalankan kehidupan sebagaimana biasa," kata Gomez.

"Suatu hari, militer datang membawa peti-peti jenazah dan mengkremasi jenazah-jenazah itu di suatu tempat karena sudah tidak ada lagi ruang untuk dikuburkan di sini. Luar biasa sekali. Seitap pagi saya bangun menonton berita dan selalu saja berita buruk [tentang virus corona]."

Sumber : Bisnis Indonesia