Sikapi Corona, Pemain Barca Rela Gaji Dipotong

Para pemain tim Barcelona ketika menjalani laga lanjutan La LIga melawan Getafe di Nou Camp, Barcelona, Spanyol (15/2/2020) - Antara.
23 Maret 2020 16:02 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi virus corona tau Covid - 19 berdampak signifikan pada industri sepak bola global. Tak hanya menganggu jadwal pertandingan, penyebaran wabah ini juga menekan keuangan klub sepak bola.

Dengan kondisi itu, skuat Barcelona dilaporkan siap menerima pemotongan gaji di tengah penangguhan kompetisi sepak bola di Spanyol dan Eropa karena pandemi tersebut.

Dilansir Diario AS, Senin (23/3/2020) WIB, Presiden Barcelona Josep Bartomeu dikabarkan akan segera melakukan pembicaraan dengan perwakilan pemain. Namun, para pemain diisukan sudah menyadari kondisi sulit yang dihadapi bukan hanya Las Blaugranas tetapi banyak klub sepak bola di Eropa.

Keuangan Barcelona bukan saja terdampak karena terhentinya pemasukan dari uang penjualan tiket pertandingan maupun hak siar, tetapi juga karena penerapan karantina wilayah oleh pemerintah Spanyol. Kebijakan itu praktis membuat penerimaan dari sektor bisnis lainnya menyusut.

"Barcelona kehilangan pos pendapatan dari sekolah sepak bola mereka yang tersebar di seluruh dunia, pos penerimaan dari sponsor ataupun penjualan dari toko resmi dan museum mereka yang ditutup karena karantina wilayah," demikian dilansir Antara.

Pembicaraan antara pihak manajemen dan pemain saat ini masih di tahapan awal, tetapi besar kemungkinan akan berjalan mulus.

Terlebih, pada musim panas lalu bek berpengalaman Gerard Pique sempat menyatakan siap dipotong gaji demi mendatangkan kembali Neymar dari Paris Saint-Germain, meski akhirnya hal itu tidak terwujud.

Selain mempertimbangkan kelangsungan para pekerjanya, Barcelona juga harus mempersiapkan dana patungan yang tengah dirintis asosiasi klub Eropa (ECA) untuk membantu finansial klub-klub yang paling terdampak Covid-19 maupun langkah nyata melawan pandemi tersebut.

Perkara dana solidaritas itu baru akan diputuskan lebih lanjut dalam telekonferensi ECA yang bakal dilangsungkan pada awal pekan ini.

Sumber : Bisnis Indonesia