Liga 1 Tetap Jalan di Tengah Merebaknya Corona, PSSI Ikuti Instruksi Pemerintah Pusat

Ketua Umum PSSI Komjend Polisi Mochamad Iriawan - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
10 Maret 2020 23:07 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum PSSI M. Iriawan menegaskan organisasi yang dia pimpin akan mengikuti setiap arahan dari pemerintah pusat perihal jalannya Liga 1 Indonesia di tengah merebaknya virus Corona.

"Selama pemerintah belum ada imbauan atau larangan kepada kami, kami akan tetap jalan. Karena pemerintah lebih tahu hal ini," ujar Iriawan di kantor Kemenpora, Selasa (10/3/2020).

Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator Liga 1, dan PSSI menyatakan laga antara Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta akan tetap dihelat sesuai jadwal yakni pada Sabtu (14/3/2020). Salah satu pertandingan dalam pekan ke-3 Liga 1 itu pun bisa dihadiri penonton.

Keputusan itu berbeda seperti yang ditunjukkan pada pekan ke-2 antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya. PT LIB memilih untuk menunda karena merujuk pada keputusan Pemda DKI Jakarta yang tak akan memberikan izin keramaian.

Meski begitu, Iriawan mengatakan penundaan jadwal Persija vs Persebaya sebagai bentuk penghormatan kepada Pemda. Namun pihaknya akan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat dan berharap Pemda lain tidak mengambil sikap serupa seperti yang dilakukan Pemprov DKI.

"Kita menghormati, makanya tadi kita sampaikan jangan sampai nanti setiap daerah mengeluarkan seperti Jakarta nanti akan repot dengan jadwal Liga," katanya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan hingga saat ini belum ada instruksi khusus dari pemerintah khususnya bagi PSSI untuk menunda Liga 1 maupun tetap tapi tanpa dihadiri penonton.

"Enggak, Enggak ada," kata dia.

Menurut dia, Kemenpora hanya memberikan rekomendasi sesuai dengan instruksi kementerian kesehatan untuk kemudian kembali disampaikan kepada setiap cabang olahraga (cabor). Namun, Kemenpora tetap menyerahkan segala keputusan pada cabor terkait termasuk kompetisi Liga 1.

"Kami tentu patokannya kementerian kesehatan dan apa yang disampaikan kementerian kesehatan kita sampaikan ke cabor-cabor. Keputusannya ada di cabor masing-masing," ujar Menpora.

"Tentu caborlah yang paling tahu kondisi yang ada di dalam lapangan, jadi tak bisa kita mengatakan kita larang atau kita turut," kata dia menambahkan.

Sumber : Antara