Sikapi Corona, Giliran Liga Prancis Dimainkan Tanpa Penonton

Suporter Paris Saint-Germain - Reuters/Gonzalo Fuentes
10 Maret 2020 12:02 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Otoritas Prancis akhirnya mengambil langkah antisipatif untuk pertandingan olahraga di tengah ancaman penyebaran virus corona (COVID - 19).

"Semua pertandingan liga elite Prancis Ligue 1 akan dimainkan dalam stadion tertutup atau dengan maksimum penonton 1.000 orang sampai 15 April akibat wabah virus corona," demikian keputusan pemerintah Prancis, seperti dilansir Antara, Selasa (10/3/2020).

Keputusan itu secara resmi disampaikan oleh Menteri Olahraga Prancis Roxana Maracineanu dalam sebuah konferensi pers, Senin (9/3/2020) waktu setempat.

Maracineanu juga memastikan pada Senin waktu setempat bahwa pertandingan final kejuaraan rugby internasional Six Nations antara Prancis dan Irlandia ditunda.

Penyebaran wabah ini memang menyebabkan sejumlah pertandingan sepak bola liga di sejumlah negara dan juga kualifikasi piala dunia ditunda atau diberlangsungkan tanpa penonton.

Pemerintah Italia akhirnya menghentikan seluruh kegiatan atau pertandingan olahraga, termasuk Liga Serie A Italia, guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Penyebaran wabah itu di Italia memang terus meningkat tajam dengan jumlah orang yang meninggal kini mencapai 463 orang dari total 9.172 yang terinfeksi.

"Kami juga memiliki langkah-langkah yang lebih ketat untuk acara-acara olahraga. Serie A dan semua turnamen olahraga pada umumnya dihentikan sementara. Semua suporter harus menerimanya," kata Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte.

Kebijakan serupa disepakati oleh badan sepak bola dunia, FIFA, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang akhirnya menunda pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Asia pada Maret dan Juni akibat virus corona.

Pertandingan China melawan Maladewa di kandang sendiri dan tandang melawan Guam dipindahkan ke Buriram, Thailand. Pertandingan itu bahkan direncanakan dimainkan di sebuah stadion tanpa kehadiran penonton.

Di samping itu, sekitar dua puluhan pertandingan dijadwalkan diadakan di seluruh Asia pada dua hari laga, yakni 26 Maret dan 31 Maret 2020. Sementara itu, 32 pertandingan berikutnya dijadwalkan untuk dimainkan selama jeda internasional kedua pada dua hari pertandingan, yakni 4 dan 9 Juni.

Sumber : Bisnis Indonesia