Ini Skenario Kelanjutan Liga Italia dan Piala Eropa Sikapi Corona Covid-19

Striker Juventus, Cristiano Ronaldo - Around Third
10 Maret 2020 11:02 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penyebaran virus Corona yang terus meluas kini mulai mengancam pergelaran Piala Eropa 2020 bahkan kompetisi Liga Italia sudah dihentikan.

Italia sebagai salah satu negara penyelenggara telah menyatakan menghentikan sementara semua even olahraga dan kegiatan yang berpotensi membuat orang banyak berkumpul.

Perdana Menteri Italia, Guiseppe Conte, menyatakan penghentian itu akan dilakukan hingga 3 April mendatang, namun dapat diperpanjang melihat kondisi yang ada. Conte juga telah menandatangani dekrit yang melarang semua orang keluar dari rumah kecuali untuk kepentingan tertentu.

"Kita harus menghindari berpergian kecuali untuk urusan pekerjaan, alasan kesehatan atau kewajiban lainnya. Kami melarang pertemuan publik secara besar-besaran," kata Conte seperti dilansir laman Football Italia.

 "Kami juga memiliki kebijakan lebih ketat dalam hal even olahraga. Seri A dan seluruh turnamen olahraga secara umum ditunda. Semua suporter harus menerima itu. Karena tak ada alasan kompetisi ini dijalankan."

Dengan begitu, Liga Italia Seri A dan kompetisi sepak bola di bawahnya kemungkinan besar tak akan selesai tepat pada waktunya. Hal itu jelas akan berdampak pada ajang Piala Eropa 2020 yang akan mulai digelar pada 12 Juni mendatang.

Seperti diketahui, Juventus saat ini tengah memimpin Liga Italia bersaing ketat dengan Lazio dan Inter Milan yang membuntuti di posisi dua dan tiga. Juve kembali ke puncak usai mengalahkan Inter 2-0 dalam laga tanpa penonton di Allianz Stadium, Senin (9/3) kemarin.

Mengutip media Italia La Repubblica, Football Italia menyatakan setidaknya ada dua opsi untuk Piala Eropa 2020. Opsi pertama adalah menunda ajang tersebut jika virus corona terus menyebar luas di Eropa.

Menurut laporan itu, sangat mungkin Piala Eropa 2020 digelar pada musim gugur atau bahkan tahun depan.

Alternatif lain adalah dengan tetap menggelar Piala Eropa 2020 sesuai jadwal. Konsekuensinya, Liga Italia Seri A kembali harus ditunda dan dilanjutkan setelah Piala Eropa 2020 usai

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan bahwa Liga Italia Serie A dihentikan sementara tanpa batas waktu saat negara tersebut terus berjuang menahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Jumlah orang yang meninggal terbaru akibat kasus virus corona di Italia kini mencapai 463 orang dari total 9.172 yang terinfeksi.

Pemerintah Italia sudah mengambil sejumlah langkah demi mengantisipasi penyebaran lebih jauh, termasuk melarang pertemuan publik dan membatasi semua aktivitas selain untuk pekerjaan serta layanan darurat.

Serie A terkena dampaknya dengan beberapa pertandingan baru-baru ini dilakukan tanpa penonton, termasuk Derby D'Italia antara Juventus dan Inter.

Namun, pembatasan terbaru pemerintah Italia akan membuat kompetisi Seria A mustahil dilanjutkan.

"Tidak ada lagi waktu, jumlahnya memberi tahu kami ada peningkatan tajam dalam penyebaran (virus), dalam perawatan intensif dan kematian," kata Conte dalam sebuah konferensi pers pada Selasa (10/3) WIB.

"Kebiasaan kita harus berubah, kita harus mengorbankan sesuatu demi kebaikan seluruh Italia. Inilah sebabnya kita akan mengambil tindakan lebih keras."

"Saya akan menandatangani dekrit baru, yang dapat disimpulkan dengan kalimat 'Saya tinggal di rumah.' Tidak ada lagi zona merah, hanya ada Italia yang dilindungi."

Langkah terbaru tersebut akan mulai berlaku pada Selasa pagi (waktu setempat) dan berlaku terhadap 60 juta penduduk negara itu.

Larangan pertemuan publik tersebut akan mencakup seluruh acara olahraga dan acara publik, menutup teater dan bioskop, pusat kebugaran, tempat minum, pemakaman dan acara pernikahan.

Pertandingan leg kedua Liga Champions antara PSG dan Dortmund di Prancis akan berlanjut tanpa pendukung, sedangkan bentrokan antara Sevilla vs Roma, Olympiacos vs Wolves dan Valencia vs Atalanta juga tanpa pendukung.

Masa depan Piala Eropa 2020 juga dipertanyakan, tetapi presiden UEFA Aleksander Ceferin optimistis bahwa turnamen itu akan tetap berjalan.

"Anda tidak tahu berapa banyak masalah besar yang kita miliki: kita memiliki masalah keamanan, ketidakstabilan politik dan sekarang virus. Mari kita coba untuk optimistis, jangan memikirkan skenario terburuk, ada waktu untuk itu nanti."

Sumber : Bisnis Indonesia