Liga 2 2020 : Tak Ada Babak 8 Besar, Ini Tanggapan Manajemen PSIM Jogja

Para pemain PSIM Jogja menjalani latihan perdana di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul, Senin (3/2/2020) sore. - Harian Jogja - Jumali
04 Maret 2020 12:22 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Perubahan sistem kompetisi Liga 2 2020 yang tidak lagi menggunakan sistem babak 8 besar, langsung direspon oleh manajemen PSIM Jogja.

Di mana, tim yang promosi ke Liga 1 adalah tiga klub yakni juara Liga 2 2020 beserta peringkat 2 dan 3. Tahapan kompetisi yang akan dimulai 15 Maret mendatang ini terbagi dalam tiga tahapan. Babak pendahuluan berupa fase grup dengan format home away. Selanjutnya ada babak play-off perebutan peringkat, serta babak final.

“Kami melihat dengan tidak adanya babak 8 besar, di mana juara grup langsung lolos, dan ada play off perebutan peringkat ketiga akan membuat kompetisi kali ini ketat sejak pertandingan pertama,” ujar Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk kepada Harianjogja.com, Rabu (4/3/2020) siang.

“Selain itu kami menilai hal ini lebih kompetitif,” lanjut David.

Di sisi lain, PSIM Jogja diakui oleh David harus berjuang keras untuk lolos dan meyegel tiket promosi Liga 1 musim depan. Sebab, saat ini PSIM ditempatkan di Grup Barat. Di mana, ada banyak tim kuat dan telah lama melakukan persiapan.

Di Grup Barat, PSIM Jogja tergabung dalam satu grup bersama PSMS Medan, Semen Padang, Badak Lampung FC, PSPS Pekanbaru, Babel United FC, Sriwijaya FC, Perserang, Cilegon United FC, PSKC Cimahi, dan dua tim promosi Persekat Tegal dan AS Abadi Tiga Naga.

Kendati demikian, David memastikan manajemen PSIM Jogja tidak akan meminta perubahan grup ke operator liga. PSIM akan tetap berada di Grup Barat.

“Jika dibilang berat ya semua grup berat. Mungkin karena di Grup Barat lebih banyak tim yang melakukan persiapan lebih lama,” terang David.