Virus Corona Jadi Satu Alasan Dejan Antonic Latih PSS Sleman

Dejan Antonic (kanan) memimpin latihan PSS di Lapangan UII, Selasa (3/3/2020) sore. - Harian Jogja/Jumali
03 Maret 2020 20:27 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Dejan Antonic mengungkapkan alasan bersedia menjadi juru taktik Super Elang Jawa.

Dejan memilih PSS setelah membatalkan prakontrak dengan salah satu kontestan Liga Super China, yakni Guangzhou R & F. Saat ini, Guangzhou R & F dilatih Giovanni van Bronckhost, mantan Pelatih Feyenoord dan mantan kapten Timnas Belanda.

“Kita tahu situasi di Liga China. Di sana ada virus [Corona]. Banyak tim dari Super Liga yang tidak dapat izin. Kebetulan ada peluang ke PSS Sleman dan saya minta izin ke Direktur Teknik mereka, saya diperbolehkan, akhirnya saya ambil tawaran PSS,” ujar Dejan, Selasa (3/3/2020). 

Sampai sekarang, Liga Super China masih ditangguhkan karena virus Corona belum benar-benar reda di negara tersebut. Dejan sejatinya sempat mendapatkan tawaran dari dua kontestan Liga 1, sebelum akhirnya melakukan prakontrak dengan Guangzhou R&F.

“Saya sempat kontak teman, di PSS banyak pemain muda. Saya tahu saya harus ambil risiko bagi saya di sini,” kata Dejan.

“Oleh karena itu saya minta ke semua, suporter dan masyarakat Sleman untuk mendukung kami.” 

PSS menunjuk Dejan Antonic sebagai pelatih baru, Rabu (26/2/2020), menggantikan Eduardo Perez Moran yang mengundurkan diri pada Sabtu (22/2/2020).

Plt. Manajer PSS, M. Eksan mengatakan Dejan dipilih karena telah mengenal iklim sepak bola Indonesia. Ia pun optimistis, pria berusia 51 tahun itu akan membantu PSS mengarungi ketatnya Liga 1 2020.

"Dejan Antonic sebagai pemain dan pelatih sudah mengenal sepak bola Indonesia. Ini menjadi salah satu pertimbangan dari PSS untuk mengontraknya. Kami yakin beliau akan membawa PSS pada jalurnya untuk mengarungi Liga 1 2020," ujar M. Eksan.

Dejan Antonic memulai kariernya sebagai pemain Red Star Belgrade (1984-1991). Ia ikut menjadi bagian timnas Yugoslavia pada 1987 yang meraih Piala Dunia U-20 setelah menang adu penalti di final melawan Jerman Barat.

Lelaki kelahiran Beograd, Serbia, pada 22 Januari 1969 itu mengawali kariernya di Indonesia sebagai pemain Persebaya Surabaya pada 1996. Dejan mengantarkan Persebaya Surabaya juara Divisi I sekaligus kembali masuk ke Divisi Utama Liga Indonesia. Dejan yang pernah juga memperkuat Persema Malang, Persita Tangerang, dan Deltras Sidoarjo itu sudah mengantongi lisensi UEFA Pro.

Sebelum berkarier sebagai pelatih di Indonesia, Dejan menjadi pelatih di klub Hong Kong, Kitchee FC (2005-2008). Pelatih terbaik Hong Kong 2006 itu juga ditunjuk sebagai pelatih Timnas Hong Kong di Kualifikasi Piala Asia 2011.

Arema Indonesia adalah klub pertama di Indonesia yang dilatihnya. Dejan Antonic dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik 2011-2012 oleh goal.com setelah membawa Arema Indonesia lolos ke babak perempat final di Piala AFC. Beberapa klub yang pernah dilatihnya ialah Pro Duta (2013-2014), Pelita Bandung Raya (2014), Persib Bandung (2016), Borneo FC (2018), dan Madura United (2019).