Kasus Corona di Italia Terus Meningkat, Sejumlah Laga Serie A Ditunda

Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
24 Februari 2020 05:27 WIB Reni Lestari Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah kasus virus corona di Italia terus melonjak, meski pemerintah mengunci perbatasan dan melarang perjalanan dari dan ke daerah dekat Milan yang dihuni 50.000 orang.

Jumlah kasus di wilayah Lombardy melonjak semalam menjadi 89 dari 54. Dengan angka tersebut Italia memiliki lebih dari 100 kasus yang telah dikonfirmasi, atau sekitar lima kali lipat dari Jerman, negara Eropa kedua dalam peringkat jumlah kasus. Adapun dua orang telah meninggal di Italia akibat virus itu.

Perdana Menteri Giuseppe Conte Sabtu, 22 Februari 2020, mengumumkan larangan perjalanan dan tindakan darurat lainnya sebagai tanggapan atas lonjakan kasus yang terjadi sejak seorang pria mencari perawatan medis di sebuah rumah sakit di Lombardy pada 18 Februari. Pria itu diyakini telah menginfeksi puluhan pasien dan staf medis yang kemudian membawa virus lebih jauh.

"Ketika dokter terinfeksi, itu berarti praktik yang benar tidak dilakukan, terlepas dari kenyataan bahwa virus itu sangat menular," kata Walter Ricciardi, anggota dewan eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia, dilansir Bloomberg, Minggu (23/2/2020).

Italia tidak akan meminta penangguhan perjanjian Schengen, yang telah menghilangkan kontrol perbatasan antara 26 negara Eropa. Meski begitu, lonjakan virus menggambarkan potensi ancaman terhadap perjalanan dan perdagangan bebas di Eropa.

Jumlah kasus baru yang cepat dalam waktu kurang dari satu minggu dan ketidakmampuan Italia untuk membendung penyebaran dari pasien yang dirawat di rumah sakit memicu kekhawatiran penularan yang lebih luas.

Italia telah menerapkan tindakan darurat di kota-kota di sepanjang perbatasannya dengan Slovenia. Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan bahwa sangat mungkin negara itu akan menghadapi kasus-kasus baru dan laboratorium sedang dilengkapi dengan alat tes tambahan.

"Italia meminta negara-negara ekonomi utama lainnya untuk segera melakukan langkah-langkah ekonomi di tingkat internasional yang terkoordinasi dan cukup untuk menangani konsekuensi ekonomi dari virus secara tepat waktu dan efektif jika krisis memburuk," kata Menteri Keuangan Roberto Gualtieri di sela-sela pertemuan G-20 di Riyadh.

Pemerintah Italia juga berencana untuk memperkenalkan langkah-langkah untuk mendukung ekonomi di daerah yang terkena virus.

Semua aktivitas kerja, acara publik, dan sekolah akan dibatalkan atau ditutup di daerah yang terkena dampak di sekitar Lodi, sebuah kota sekitar 50 kilometer sebelah tenggara dari pusat keuangan Italia. Conte menyarankan penduduk untuk tidak melewati perbatasan selama beberapa minggu, meskipun ia tidak menentukan batas waktu.

Attilio Fontana, presiden Lombardy, meminta sekolah-sekolah juga ditutup di kota Milan. Pihak berwenang juga menutup beberapa universitas dan membatalkan acara olahraga publik pada Minggu di wilayah utara Veneto dan Lombardy, termasuk pertandingan sepak bola Serie A Inter Milan-Sampdoria, Atalanta-Sassuolo dan Verona-Cagliari. Wilayah utara itu adalah di antara lima melaporkan kasus virus corona di Italia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia