Tottenham Hotspur Terjerat Kutukan Mourinho

Jose Mourinho - Instagram Spursofficial
20 Februari 2020 22:37 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Absennya Harry Kane dan Son Heung-min menumpulkan Tottenham Hotspur. The Lilywhites dipaksa menyerah dengan skor 0-1 dari RB Leipzig dalam leg I babak 16 besar Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, Kamis (20/2/2020) dini hari WIB.

Bagi Jose Mourinho, kekalahan atas Leipzig menambah panjang rekor buruknya di fase gugur Liga Champions. Manajer 57 tahun itu sudah tujuh kali beruntun gagal menang di babak tersebut. Sky Sports melansir Mourinho menelan empat kekalahan bersama Chelsea, dua kali di Manchester United, dan yang terbaru bersama Tottenham. “Inilah situasi kami. Seperti pergi bertarung dengan senjata tanpa peluru,” cetus Mourinho dilansir Guardian, Kamis.

Situasi kian rumit karena kekalahan di laga kandang pada leg I fase gugur kerap membuat tim asuhan Mou tersingkir dari kompetisi. Sebelumya, Mourinho pernah merasakan kekalahan tersebut bersama Chelsea (babak 16 besar musim 2005/2006) dan Real Madrid (semifinal musim 2010/2011). Dua-duanya berakhir dengan angkat koper. Namun Mourinho tak peduli dengan sejarah maupun statistik. Dia menegaskan timnya masih bisa membalikkan keadaan di leg II di markas Leipzig, 11 Maret. “1-0 adalah 1-0, bukan 10-0. Hasilnya masih terbuka. Sesederhana itu saja,” ujar pelatih berjuluk The Special One itu.

Masalahnya Mourinho tak memiliki amunisi yang memadai untuk mengarungi ketatnya kompetisi sebulan ke depan. Selain Kane dan Son yang terkapar, Moussa Sissoko dan Juan Foyth masih di meja perawatan. Pemain seperti Steven Bergwijn, Giovanni Lo Celso dan Lucas Moura bahkan sudah ngos-ngosan saat melawan Leipzig. “Saya tidak khawatir dengan hasilnya, 1-0. Kami bisa pergi ke sana dan menang. Yang saya khawatirkan adalah banyak pemain kami yang tumbang untuk laga selanjutnya,” ujar Mou.

 Gol Timo Werner via titik putih di menit ke-58 menjadi pembeda laga Spurs kontra Leipzig. Pelatih Leipzig, Julian Nagelsmann, yang dijuluki Baby Mourinho langsung menjadi sorotan karena bisa mengalahkan Mourinho sesungguhnya. Nagelsmann kini tercatat sebagai pelatih termuda yang memenangi laga fase grup Liga Champions dengan usia 32 tahun 211 hari. “Di leg II saya berjanji kami akan melakukannya lagi dengan cara yang sama,” kata Nagelsmann dilansir UEFA.com.

Sumber : JIBI/Solopos