PSSI Serahkan Pengusutan Kerusuhan Suporter Persebaya & Arema kepada Polisi

Polisi memeriksa sepeda motor yang dibakar suporter bola dalam kerusuhan di Blitar, Selasa (18/2/2020). - Antara
19 Februari 2020 20:47 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—PSSI menyerahkan pengusutan kerusuhan antara suporter Persebaya dan Arema di Blitar, Selasa (18/2/2020) kepada Polri.

“Aparat keamanan yang akan mengurusnya. Itu menjadi wilayah mereka,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri di Jakarta, Rabu.

Cucu mengatakan federasi sangat prihatin dengan kejadian yang melukai dua orang tersebut. PSSI, kata dia, akan mengevaluasi peristiwa itu dan mengimbau kepada para suporter untuk menjaga sikap. Sebab, bukan hanya para pendukung yang dirugikan karena kericuhan itu.

"Boleh fanatik kepada klub kebanggaan, tetapi bukan berarti melakukan hal-hal yang malah membuat citra klub itu menjadi negatif," tutur Cucu.

Cucu berjanji akan mengevaluasi kejadian tersebut. PSSI melalui Divisi Pembinaan Suporter akan terus menjalin komunikasi dengan para pendukung klub. "Hambatan psikologis harus kita buka. Kalau komunikasi lebih intens, kami akan mengetahui kemauan dan menjaga hubungan dengan suporter. Semoga ke depan akan lebih tertib," tutur dia.

Kerusuhan terjadi di Blitar saat Persebaya menghadapi Arema dalam laga semifinal turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Soeprijadi, Blitar, pada Selasa (18/2/2020). Laga yang berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Persebaya itu sejatinya berlangsung tanpa penonton. Namun, oknum suporter kedua klub terlibat bentrok di luar stadion.

Akibat kejadian itu, dua suporter mengalami luka-luka dan empat sepeda motor rusak. Polisi terus menyelidiki kasus tersebut. Babak final Piala Gubernur Jatim 2020 mempertemukan Persebaya versus Persija pada Kamis (20/2/2020). Laga itu berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur.

Sumber : Antara