Gol Haaland di Liga Champions Sudah Lampaui Barcelona

Erling Haaland - Instagram erling.haaland
19 Februari 2020 20:07 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Erling Haaland tak hanya jago kandang selepas hijrah ke Borussia Dortmund. Setelah menggila di Bundesliga, striker asal Norwegia itu mengamuk di Liga Champions dengan mencetak dua gol saat Dortmund membungkam Paris Saint Germain, 2-1, di Signal Iduna Park, Rabu (19/2/2020) dini hari WIB.

Brace tersebut membuat Haaland kini mengoleksi 10 gol di Liga Champions. Delapan gol dia cetak saat masih berseragam RB Salzburg. Kesepuluh gol tersebut dibuat Haaland hanya dalam tujuh kali penampilan di kompetisi antarklub Eropa tertinggi. Tak ada pemain yang mencapai dua digit gol di Liga Champions secepat Haaland.

Lebih istimewa lagi, produktivitas gol striker jangkung ini ternyata sudah melawati Barcelona. Blaugrana sejauh ini baru menghasilkan sembilan gol di Liga Champions musim ini. Namun capaian terbarunya itu tak membuat Haaland jemawa. Dia justru mewanti-wanti rekannya agar waspada pada leg II di Parc des Princes, 11 Maret. “Hasil ini cukup berbahaya. PSG punya tim yang kuat dan masih bisa lolos di babak selanjutnya,” ujar Haaland seperti dilansir BBC, Rabu.

Di laga ini, Haaland membuka keran gol pada menit ke-69 lewat sontekan yang menjebol gawang Keylor Navas. Namun PSG hanya butuh enam menit untuk menyamakan kedudukan lewat Neymar. Tak terkawal, bintang Timnas Brasil itu dengan mudah mencocor bola hasil umpan tarik Kylian Mbappe. Kegembiraan tim tamu hanya bertahan sebentar saat Haaland kembali mencetak gol di menit ke-77 lewat tembakan keras dari bibir kotak penalti. 

Hasil itu menandai kekalahan kelima PSG dalam enam pertandingan terakhirnya di babak 16 besar. PSG di ambang tersingkir di fase tersebut untuk kali keempat berturut-turut. Pelatih PSG, Thomas Tuchel, menilai anak asuhnya bermain dengan rasa takut saat melawan Die Borussen. “Takut membuat sebuah kesalahan. Kami harus segera mencari solusinya,” ujar eks manajer Dortmund itu.

Di sisi lain, publik menyoroti perubahan taktik di lini belakang dari empat bek menjadi tiga bek. Opta melansir PSG kalah di enam dari 24 laga (25%) ketika bermain dengan trio stoper sejak kedatangan Tuchel. “Kami tidak menyesal. Saya harus membuat keputusan sebelum pertandingan dan saya bertanggung jawab,” tegas Tuchel.

Sumber : JIBI/Solopos