Christian Eriksen Bikin Pertikaian Mou dan Conte Kembali Panas

Antonio Conte (kanan) ketika masih menukangi Chelsea dan Jose Mourinho ketika masih menangani Manchester United. Foto diambil setelah MU menang 2 - 1 di Stadion Old Trafford, Manchester, pada 25 Februari 2018. - Reuters/Andrew Yates
20 Januari 2020 02:27 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho kembali bertikai dengan Antonio Conte setelah pelatih Italia itu mendiskusikan usulan transfer Christian Eriksen dari klub London Utara ke Inter Milan.

Kontrak playmaker Denmark Eriksen di Spurs selesai pada akhir musim ini, dan laporan media Italia mengaitkannya dengan kepindahan ke Conte Inter di jendela transfer Januari.

Conte berkata kepada media Italia, "Eriksen? Kita harus pergi ke pemain dengan  karier yang bagus dan berada di akhir kontrak mereka."

Mourinho mengatakan Spurs belum menerima tawaran dari Inter untuk Eriksen. Oleh karena itu, pelatih asal Portugal itu merasa Conte telah melanggar kode manajerial dengan berbicara di depan umum tentang seorang pemain yang masih dikontrak klub lain.

"Saya pikir kita semua pelatih harus berperilaku dengan cara yang sama sehubungan dengan transfer. Saya pikir kita harus selalu tertutup, sampai sesuatu [keputusan tentang transfer] terjadi. Kamu harus melindungi semua orang. Apakah pertanyaan ini soal rasa hirmat? Aku tidak ingin memberimu [oers] berita utama. Terserah kalian."

Kedua pelatih itu saling bertukar serangan kata-kata melalui media ketika Mourinho menukangi Manchester United dan Conte menjadi bos Chelsea.

Pada musim 2017 - 2018, Mourinho mengatakan dia tak akan pernah "diskors karena pengaturan pertandingan", mengacu pada larangan 4 bulan Conte mendampingi Juventus karena tidak melaporkan dugaan pengaturan pertandingan. Conte lalu mencap Mourinho sebagai sebagai "pria kecil" dan "palsu".

Di tengah spekulasi tentang kemungkinan transfer, Mourinho mengatakan dia yakin Eriksen pantas untuk memiliki kejelasan tentang masa depannya di Spurs.

"Saya pikir dia perlu 31 Januari untuk datang dan untuk memastikan bahwa dia akan tinggal sampai akhir musim atau sebelum 31 Januari untuk mengetahui bahwa dia akan pergi," tambah Mourinho.

"Satu-satunya situasi adalah mencoba untuk mendapatkan yang terbaik dari para pemain, itulah yang saya coba lakukan. Tapi, dia juga boleh membuat langkah yang jelas jika ada tawaran bagus. Jika kita tidak memiliki tawaran untuk menjualnya, bagaimana kita bisa menjualnya? Sesederhana itu."

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia