Penjelasan Helmy Yahya tentang Siaran Liga Inggris yang Membuatnya Terpental dari TVRI

Helmy Yahya - Repro
18 Januari 2020 06:07 WIB Ria Theresia Situmorang Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Program Liga Inggris membuat banyak pemirsa televisi di Indonesia kini mulai menyaksikan tayangan TVRI. Namun, program tersebut menjadi bumerang bagi mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya.

Dikutip dari surat Dewan Pengawas no 8/DEWAS/TVRI/2020, pembelaan Helmy Yahya tidak diterima karena dirinya disebutkan tidak menjawab atau memberi penjelasan mengenai pembelian program siaran berbiaya besar yakni Liga Inggris dari pelaksanaan tertib administrasi anggaran TVRI

"Semua stasiun televisi di dunia ingin monster content, locomotive content yang membuat orang menonton. Kepercayaan orang lima kali lipat lebih besar dari TV lain saat TVRI menayangkan Liga Inggris. Ini rezeki anak sholeh. Apakah ada masalah administrasi kami mengambil Liga Inggris karena enggak ngomong?" ujar Helmy saat ditemui di Pulau Dua Restoran, Jakarta Pusat pada Jumat (17/1/2020). 

Direktur Program dan Berita TVRI, Apni Jaya Putra saat acara buka puasa bersama Arif Hidayat Thamrin mengatakan secara informal memberitahukan rencana untuk membeli hak siar Liga Inggris dari Mola TV.

"Liga Inggris dilaporkan kepada Dewas tanggal 17 Juli 2018. Rapat dipimpin oleh Ketua Dewas Arif Thamrin dan Direksi. Kepada Dewas dilaporkan jenis kerja sama kemudian harga, pendapatan iklan dan sistem enkripsi," ucap Apni. 

Surat nomor 127/DEWAS/TVRI/2019 tanggal 18 Februari meminta Direksi melaksanakan tertib administrasi atas perubahan pola acara dan anggaran dan penayangan Liga Inggris disebutkan mampu memunculkan national value dan national pride serta membangkitkan prestasi sepak bola nasional, serta dukungan peralatan teknik diberikan dengan proses pengadaan dan sewa peralatan sesuai peraturan UU yang berlaku. 

"Selanjutnya, Ketua Dewan hadir pada saat launching Liga Inggris," tegas Apni sambil menunjukkan foto Ketua Dewas Arif Hidayat Thamrin saat berfoto bersama jajaran Direksi TVRI pada momen launching program Liga Inggris. 

Direktur Keuangan TVRI Isnan Rahmanto mengakui anggaran pembelian hak siar Liga Inggris pada pertengahan 2019 memang tidak disediakan karena anggaran pemerintah sudah disusun pada tahun 2018.  "Direksi secara kolektif kolegia bahwa anggaran ini dimungkinkan untuk dibiayai melalui PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan mengusahakan untuk membiayai program ini," kata Isnan.

Helmy mengatakan anggaran tahunan TVRI hanya berkisar Rp132 miliar berbeda dari anggaran televisi swasta yang bisa mencapai Rp2,7 triliun, sehingga banyak sekali program yang diputar kembali di stasiun televisi pemerintah tersebut. 

Selanjutnya, Helmy juga menuturkan regulasi dari TVRI menetapkan pendapatan dari iklan lembaga penyiaran publik ini hanya berkisar Rp2 juta untuk iklan berdurasi 30 detik. 

"Sebenarnya kami dapat biaya program itu per episode Rp15 juta apa yang bisa dibuat? Bayar Soimah pun enggak cukup. Kami memutar otak dan dari dulu selalu terjadi re-run karena biaya program itu kurang. Kami fight terus," kata dia. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia