Slemania Ingatkan PSS Sleman Jangan Dijadikan Kendaraan Politik

Aksi Slemania - Harian/Jogja/Dok
17 Januari 2020 19:47 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kelompok suporter PSS Sleman, Slemania, mengingatkan kepada manajemen skuat Super Elang Jawa untuk lebih berhati-hati dengan rencana penjualan saham PT Putra Sleman Sembada (PSS) jelang kompetisi Liga 1 2020. 

Mereka meminta manajemen PSS untuk tidak menjual saham kepada pihak yang akan menggunakan tim kesayangannya sebagai kendaraan politik. 

Sebab, santer kabar yang berkembang, salah satu bakal calon kepala daerah dari Partai Amanat Nasional Mumtaz Rais Wiryosudarmo berkeinginan untuk membeli saham PT PSS. 

Meski menegaskan rencana pembelian saham yang dilakukan oleh Muntaz tidak berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman, namun hal tersebut tidak sepenuhnya mendapatkan respon positif dari Slemania. 

“Kami memang belum tahu persis soal itu [pembelin saham oleh Muntaz Rais]. Namun, kami tegaskan jika PSS jangan sampai dibuat sebagai kendaraan ataupun produk politik,” kata Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan kepada Harianjogja.com, Jumat (17/1/2020) sore. 

“Alasan kami jelas, jika sepak bola sudah dijadikan alat ataupun produk politik, jelas bubar. Untuk itu kami berharap agar PSS tidak dijadikan sebagai alat politik,” lanjut Asep. 

Sementara Komisaris PT PSS Soekeno yang memiliki 68 persen saham dan berencana melepas saham dalam beberapa kesempatan selalu menyatakan jika tidak ingin melepas saham kepada politikus. Begitu juga dengan keinginan Muntaz yang ingin membeli saham Soekeno di PSS. 

“Saya enggak mau dibeli politikus. Saya enggak mau PSS nanti jadi ajang politik. Saya harap PSS ini suasananya agar tetap kondusif,” kata Soekeno.