Jeli dalam Mengganti Pemain Jadi Kunci Keberhasilan Atletico Kalahkan Barcelona

Pemain Atletico Madrid Koke (kanan) merayakan golnya ke gawang Barcelona bersama Angel Correa (kedua kanan), Alvaro Morata (kiri), dan Kieran Tripper. - Reuters/Sergio Perez
10 Januari 2020 18:07 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pelatih Atletico Madrid Diego Simone menyoroti penampilan timnya dalam 15 menit terakhir saat mengalahkan Barcelona 3 - 2 pada semifinal Piala Super Spanyol di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (10/1/2020) dini hari WIB.

"Saat rehat kami membicarakan cara untuk memberikan tekanan awal yang jadi keahlian Barcelona," kata Simeone dalam komentar purnalaga dilansir laman resmi Atleti.

"Kami memulai babak kedua dengan gol itu, yang sedikit memberi dorongan, tetapi Barcelona bereaksi dengan baik, dengan kecepatan tinggi dan gol-gol mereka," ujarnya.

Oleh karena itu, pada menit ke-72 Simeone lantas memasukkan Marcus Llorente menggantikan Koke, pencetak gol pertama Atleti, yang juga sebelumnya juga jadi pemain pengganti pada awal babak kedua. Langkah itu disebutnya membuat Angel Correa punya keleluasaan lebih di lini depan.

"Masuknya Llorente dan berubahnya posisi Correa lebih ke depan membuat kami bisa menciptakan banyak kesempatan dan sejak itu, sejak menit ke-75 tim tampil dengan lebih bertenaga," ucapnya.

"Kami lebih banyak berlari, menginginkan lebih banyak dalam pertandingan itu, yang kalau pun berakhir imbang tetap saya anggap hasil yang baik, dan kemudian terjadilah gol itu," ujar Simeone merujuk pada gol penentu kemenangan yang dicetak Correa.

Barcelona, yang merupakan juara bertahan setelah di final musim lalu menundukkan Sevilla 2 - 1, ditaklukkan oleh tim ibu kota lantaran kebobolan dua gol dalam rentang lima menit di ujung pertandingan.

Tampil penuh dengan trio MSG yakni Lionel Messi, Luis Suarez, dan Antoine Griezmann, Barcelona dipaksa tertinggal satu gol dari lawannya begitu babak kedua dimulai yang dicetak Koke alias Jorge Resurrecion.

Koke sebenarnya baru masuk pada awal babak kedua menggantikan Hector Herrera dan keputusan pelatih Diego Simeone memasukkannya terbukti merupakan langkah tepat.

Berselang lima menit kemudian Barcelona sukses memasok gol balasan lewat aksi Messi dengan assist Suarez. Messi kemudian menjebol lagi gawang Atleti, tapi dianulir karena sebelumnya terjadi handball setelah wasit Jose Gonzalez meninjau video asisten wasit (VAR).

Berselang 11 menit kemudian berbalik unggul melalui kontribusi Griezmann, yang musim lalu masih membela Atletico.

Sejenak kemudian Ferard Pique menjebol gawang Atleti, tapi lagi-lagi dianulir lantaran Arturo Vidal berdiri offside. Kembali keputusan diambil wasit setelah meninjau VAR.

Atletico yang tampil pantang menyerah justru berhasil melesakkan gol balasan pada menit ke-81 lewat penalti yang dieksekusi Alaro Morata.

Wasit menetapkan penalti setelah kiper Barcelona Norberto Neto melanggar pemain Atleti Victor Machin Perez alias Vitolo yang baru 13 menit bermain menggantikan Renan Lodi.

Atleti akhirnya memetik kemenangan setelah pada menit 86 Angel Correa. Kiper Neto lagi-lagi berkontribusi buruk ketika tak sempurna mengeblok tendangan Correa.

Kemenangan atas Barcelona membuat Atleti bakal menggelar derby Madrid di partai final Piala Super Spanyol kontra Real Madrid, yang sudah lebih dulu lolos melewati hadangan Valencia. Partai final bakal digelar di stadion yang sama pada Senin (13/1/2020) mulai pukul  01.00 WIB.

Sumber : Antara