Kalah dari City di Semifinal Piala Liga, Perjuangan MU Akan Sangat Berat

Manchester United versus Manchester City - Reuters/Phil Noble
08 Januari 2020 23:07 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Racikan Josep “Pep” Guardiola membuat Manchester United (MU) kelimpungan, tak ubahnya tim semenjana yang dengan mudah digilas Manchester City 1-3 di Old Trafford, Rabu (8/1/2019) dini hari WIB. Kemenangan itu membuat perjuangan The Citizens bakal lebih mudah pada leg kedua Piala Liga yang akan digelar di Etihad, 30 Januari.

Sebaliknya, hasil itu terasa menyesakkan bagi MU karena mereka harus membalas dengan skor minimal 3-0 saat melawat ke markas City. Mengejar defisit tiga gol atas tim sekelas City jelas bukan perkara gampang. Apalagi sejarah tak memihak Setan Merah untuk bisa lolos ke final Piala Liga. Dilansir Opta, 15 tim terakhir yang memenangi pertama di kandang lawan pada babak semifinal selalu berhasil melaju ke babak pamungkas. 

Namun Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, tetap percaya diri menatap pertemuan kedua di Etihad. Pengalaman comeback melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions musim lalu menyalakan optimisme sang pelatih. Kala itu, MU kalah dari PSG 0-2 saat bertanding di Old Trafford di leg pertama babak 16 besar. Setan Merah kemudian membalikkan keadaan dengan menang 3-1 di markas PSG untuk lolos ke perempat final. “Kami hanya harus percaya ketika kami pergi ke Etihad dan berharap tampil bagus. Kami menciptakan banyak peluang ketika terakhir kali ke sana,” ujar Solskjaer dilansir manutd.com, Rabu.

Pelatih City, Josep Guardiola, pun merasa belum aman kendati mengalahkan MU dengan selisih dua gol di leg pertama. Pep menilai Setan Merah masih bisa membalikkan keadaan di kandang Manchester Biru. “Ini belum selesai. Kami masih memiliki satu pertandingan lagi dan kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Guardiola dilansir BBC.

Di leg I, strategi false nine yang diterapkan Guardiola benar-benar membuat lini belakang United yang dijaga Phil Jones dan Victor Lindelof kelimpungan. Alih-alih menempatkan Sergio Aguero atau Gabriel Jesus sebagai ujung tombak dalam formasi 4-2-3-1, Pep justru memakai taktik 4-3-3 dengan Bernardo Silva sebagai penyerang bayangan didampingi Riyad Mahrez dan Raheem Sterling. Laga belum genap 40 menit, City sudah unggul 3-0 lewat gol Bernardo, Mahrez dan bunuh diri Andreas Pereira. MU hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat Marcus Rashford di menit ke-70. (

Sumber : JIBI/Solopos