Manchester United Menderita karena Jadwal Padat

Gelandang Manchester United Juan Mata - Reuters/Carl Recine
05 Januari 2020 23:47 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Manchester United (MU) belum dapat melepaskan diri dari jeratan jadwal padat selepas Boxing Day akhir tahun lalu.

Hasil seri 0-0 yang mereka dapat saat melawan Wolverhampton Wanderers dalam babak ketiga Piala FA, Minggu (5/1/2019) dini hari WIB menjadi salah satu buktinya. Hasil sama kuat di Molineux membuat kedua tim harus menjalani laga replay pada 14 atau 15 Januari mendatang.

Bagi United, jadwal itu membuat mereka tak akan punya waktu istirahat cukup pada tengah pekan Januari. Total Setan Merah harus menjalani enam laga di sisa Januari. Pada 8 Januari, Marcus Rashford dkk. harus meladeni rival sekota, Manchester City, di babak perempat final Piala Liga. Tiga hari berselang MU menjamu Norwich City di Liga Premier, dilanjutkan bersua Wolves untuk replay Piala FA di Old Trafford, 14/15 Januari.

MU masih harus menghadapi Liverpool pada 19 Januari serta laga leg II perempat final Piala Liga kontra City, 30 Januari. Di antara kedua laga itu anak asuh Ole Gunnar Solskjaer ditantang tim kuda hitam, Burnley, di Liga Premier, 23 Januari.

“Kami harus menjalani sembilan pertandingan dalam 29 atau 30 hari pada Desember, kali ini kami juga harus bisa menjalaninya. Ini jadwal kami dan kami harus menerimanya,” ujar Solskjaer seperti dilansir Metro, Minggu.

Kegagalan Setan Merah lolos langsung ke babak keempat Piala FA tak lepas dari buruknya kinerja lini depan. Meski melepaskan 12 tembakan sepanjang pertandingan, tak ada satu pun yang mengarah ke gawang. Satu-satunya peluang tim tamu yang membahayakan hanya tembakan Rashford yang mengenai mistar lantaran berbelok arah setelah diblok bek Wolves.

Dilansir Opta, ini kali pertama MU gagal menciptakan percobaan tepat sasaran dalam pertandingan liga atau turnamen domestik sejak Januari 2015.

“Malam ini kami berharap lolos, tapi kami masih bertahan. Saya lebih memilih tanding ulang daripada tersingkir,” tukas Solskjaer.

Pelatih Wolves, Nuno Espirito Santo, mengakui bukan hal mudah menaklukkan MU meski sang lawan tak tampil dengan skuat terbaik. Wolves hanya mampu mencatat dua tembakan on target dari 12 peluang, salah satunya menerpa mistar gawang.

“Kami lebih baik di babak kedua dan mendominasi penguasaan bola. Namun memang tidak mudah [mengalahkan MU],” ujar Nuno dilansir bbc.com

Sumber : JIBI/Solopos