Charlton Athletic Dibeli Konsorsium Abu Dhabi

Logo Charlton Athletic di sisi luar Stadion The Valley - Reuters/Alan Walter
04 Januari 2020 11:07 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Konsorsium asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, East Street Investments, mengambil alih kepemilikan Charlton Athletic, klub Championship, kompetisi kasta kedua Liga Inggris.

Laman resmi Charlton menyebutkan perpindahan kepemilikan itu jadi kelanjutan dari pembelian yang sudah disepakati sejak November 2019 dan akhirnya disetujui oleh Football League, pengelola Championship.

Roland Duchatelet, pemilik terdahulu klub yang bermarkas di Stadion The Valley itu, mengungkapkan kegembiraan atas rampungnya perpindahan kepemilikan tersebut pada Januari, sebab dengan demikian tim bisa menempuh langkah krusial memperkuat skuat dalam bursa transfer musim dingin.

"Penting bagi kesehatan finansial jangka panjang Charlton Athletic bahwa kesepakatan ini rampung pada awal dibukanya bursa transfer Januari," kata Duchatelet dalam laman resmi Charlton.

"Hal itu memberi kesempatan pemilik baru untuk mengerahkan kemampuan finansial mereka mendatangkan pemain baru demi menjaga posisi di Divisi Championship," ujarnya menambahkan.

Charlton yang berlaga di kasta kedua sepak bola Inggris, Divisi Championship, saat ini berada di urutan ke-19 klasemen atau tiga tempat di atas zona degradasi dengan jarak aman 5 poin.

Perpindahan kepemilikan itu membuat pebisnis Abu Dhabi Thanoon Nimer selaku pemilik modal utama East Street Investments melalui Panomara Magic General Contracting bakal menjadi anggota dewan manajemen Chalrton Athletic.

Selain itu, posisi Duchatelet bakal digantikan oleh Matt Southall.

Charlton kini menjadi klub sepak bola Inggris yang mendapat kucuran dana dari Timur Tengah, setelah juara bertahan Liga Premier Manchester City yang dimiliki Abu Dhabi United Group dan Sheffield United yang dimiliki Saudi Paper Manufacturing.

Newcastle United juga belakangan diminati miliarder Abu Dhabi lainnya Sheikh Khaled bin Zayed Al Nehayan yang menyatakan sudah sepakat dengan Mike Ashley soal akuisisi namun hingga saat ini proses itu belum ada pemutakhiran.

Sumber : Antara/Reuters