Bersama Freddie Ljungberg, Arsenal Sangat Payah

Freddie Ljungberg - Reuters/John Sibley
16 Desember 2019 22:47 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Arsenal adalah tim yang sangat buruk setelah dilatih Freddie Ljungberg. Saat menjamu Manchester City di pekan ke-33 Liga Premier Inggris, Arsenal kalah tiga gol tanpa balas, Senin (16/12/2019) dini hari WIB.

Hasil tersebut menjadi bukti kesekian Arsenal tak kunjung mengalami perbaikan setelah Fredrik Ljungberg masuk menggantikan Unai Emery sebagai pelatih sementara.

Sejumlah pihak pun mulai menekan manajemen The Gunners agar segera menunjuk manajer baru sebelum kondisi kian runyam. Sead Kolasinac dkk. kini tertahan di peringkat kesembilan dengan 22 poin dari 17 laga.

Bersama Ljungberg, Arsenal hanya mampu memetik empat poin dari total 12 poin yang bisa direbut di kompetisi domestik. “Sepertinya kondisi klub kini seperti sirkus. Anda tidak tahu sesungguhnya siapa yang memimpin dan siapa yang mengambil keputusan. Para pemain kurang percaya diri di lapangan,” ujar Sagna dilansir skysports.com, Senin.

Musim ini Arsenal jauh dari jati diri mereka sebagai tim top lantaran sudah tertinggal 27 poin dari Liverpool. Mereka juga hanya berjarak tujuh poin dari Southampton di zona degradasi.

Arsenal malah lebih mirip tim medioker karena selisih gol mereka kini minus tiga. Sejumlah figur pelatih seperti Carlo Ancelotti, Mikel Arteta dan Mauricio Pochettino disebut-sebut menjadi kandidat kuat manajer anyar The Gunners.

Ljungberg sendiri tampak “pasrah” apabila dalam waktu dekat tim menunjukkan pelatih permanen selain dirinya. “Kehormatan besar bisa memegang pekerjaan ini. Namun saya rasa semua harus diperjelas sehingga orang tahu [siapa manajer barunya], terlepas apapun hasilnya nanti,” ujar Ljungberg dilansir sportskeeda.com.

Beberapa hari lalu Ljungberg sempat mengeluh karena tak diberi keleluasaan menunjuk tim pelatih. Hingga kini dia hanya dibantu Per Mertesacker yang juga menjabat pelatih akademi.

Di sisi lain, kiper Arsenal, Bernd Leno, menganggap problem tim bukan hanya lantaran posisi manajer yang masih simpang siur. Dia menyoroti anjloknya mentalitas tim setelah hanya mencatat satu kemenangan dalam 12 laga terakhir di semua kompetisi.

Saat menjamu City, Arsenal bahkan sudah habis di babak pertama setelah digelontor brace Kevin de Bruyne dan Raheem Sterling. “Saya kira semua orang harus melihat ke diri sendiri. Kalau semua orang memberi segalanya hari ini, saya kira mentalitas adalah yang utama dan kami harus mengubahnya.”

Sementara itu, kemenangan atas Arsenal menjaga asa City di jalur gelar meski kini masih ketinggalan 14 poin dari The Reds. City kini juga tinggal berjarak empat poin dari Leicester City yang ada di posisi kedua.

The Citizens bakal memangkas selisih tersebut menjadi tinggal satu poin jika mampu menggebuk Leicester di pekan selanjutnya.

Sumber : JIBI/Solopos