Sikap Politik Mesut Ozil Memicu Kemarahan di China

Mesut Ozil - Reuters/Hannah McKay
16 Desember 2019 20:07 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, LONDON—Mesut Ozil menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang terang-terangan menunjukkan sikap politiknya. Publik masih ingat saat Ozil memilih pensiun dini dari Timnas Jerman setelah posenya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menjelang Piala Dunia 2018 tersebar luas. Sikap Ozil dikecam lantaran Jerman tengah memiliki hubungan kurang harmonis dengan Turki.

Sekitar setahun berselang, Ozil kembali memicu konflik menyusul sikap politiknya terkait Muslim Uighur di Tiongkok. Dalam unggahan Instagram-nya, Ozil menyatakan dukungan pada etnis Muslim Uighur yang kabarnya ditahan dalam kamp konsentrasi Xinjiang menurut laporan PBB dan aktivis HAM.

“[Di Tiongkok] Al-Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah Islam, madrasah dilarang, cendikiawan agama satu per satu dibunuh. Terlepas dari semua itu, Muslim tetap diam. Suara mereka tak terdengar,” tulis Ozil.

Unggahan yang menggunakan foto berlatar biru dengan logo bulan sabit (bendera yang disebut kaum Uighur sebagai Turkestan Timur) kabarnya membuat sejumlah stasiun televisi pro-pemerintah di Tiongkok bereaksi.

Dilansir BBC, stasiun CCTV memboikot laga Arsenal dengan batal menyiarkan duel mereka melawan Manchester City, Minggu (15/12/2019) malam WIB. Stasiun tersebut malah menyiarkan ulang laga Wolverhampton Wanderers versus Tottenham Hotspur.

Tak hanya itu, jersey bertuliskan nama Ozil dibakar sejumlah suporter The Gunners di Negeri Tirai Bambu sebagai bentuk kekesalan. Federasi Sepak Bola Tiongkok mengaku kecewa dengan pernyataan Ozil. Otoritas menganggap kata-kata tersebut tak pantas dilontarkan.

“Komentar Ozil menyakitkan bagi penggemarnya di Tiongkok yang mengikutinya dengan dekat, juga melukai perasaan orang-orang Tiongkok. Ini sesuatu yang tidak dapat kami terima,” demikian pernyataan federasi pada media Tiongkok, The Paper.

Partai Komunis Tiongkok pun mulai mengecam Arsenal atas tindakan bintangnya itu. Partai terbesar di Negeri Tirai Bambu ini mengingatkan The Gunners bakal merasakan dampak atas sikap Ozil. Arsenal telah mengeluarkan tanggapan dengan menyatakan sikap Ozil tidak ada hubungannya dengan tim.

“Konten yang diterbitkan Ozil merupakan pendapat pribadi. Sebagai klub sepak bola, Arsenal memegang teguh prinsip tidak melibatkan diri dalam politik,” demikian pernyataan resmi The Gunners.

Masalah baru ini bisa saja membuat karier Ozil di Emirates kian mendekati akhir. Performa Ozil tak kunjung moncer dengan baru mengemas satu assist sejauh ini. Saat melawan City, sang gelandang hanya bermain 54 menit sebelum digantikan Emile Smith Rowe.

Sumber : JIBI/Solopos