Inter Terdepak dari Liga Champions karena Terlalu Gelisah

Romelu Lukaku - Reuters/Alessandro Garafolo
12 Desember 2019 02:27 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Inter Milan terdepak dari Liga Champions musim ini setelah dibekuk Barcelona dengan skor 1-2 di Giuseppe Meazza, Rabu (11/12) dini hari WIB.

Tanpa Lionel Messi, Luis Suarez, dan Marc Andre ter Stegen di posisi starter, Barca masih terlalu kuat bagi Inter yang lagi-lagi kehilangan naluri mencetak gol mereka. Kekalahan itu membuat Nerazzurri melorot ke posisi ketiga klasemen akhir Grup E dengan tujuh poin.

Mereka digusur Borussia Dortmund yang sukses menaklukkan Slavia Praha dengan skor 2-1 di Signal Iduna Park. Dortmund berhak lolos ke babak 16 besar dengan 10 angka, mendampingi Barca yang keluar sebagai juara grup.

Hasil tersebut jelas menyakitkan bagi Inter yang mendamba bisa kembali bersaing di kompetisi tertinggi Eropa. Musim lalu mereka juga terhenti di fase grup. Performa buruk Inter di Liga Champions kontras dengan penampilan mereka di Liga Seri-A. Sejauh ini Lautaro Martinez dkk. masih memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin dari Juventus.

“Ini adalah kekalahan yang membakar, semoga ini tidak memberikan pengaruh ke liga. Kami harus mengisi ulang dan mencari tenaga mental,” ujar kiper Inter, Samir Handanovic seperti dilansir Football Italia, Rabu.

Didukung sekitar 70.000 pendukung fanatik, Inter justru tampil kurang rileks dengan menyia-nyiakan sejumlah peluang. Gawang mereka malah dibobol striker muda Carles Perez di menit ke-23 saat tengah asyik menyerang. Semangat Inter sempat kembali berkobar setelah Romelu Lukaku mencuri gol jelang jeda. Apalagi di saat bersamaan Slavia juga baru saja menyamakan skor 1-1 atas Dortmund. Inter berhak lolos apabila dua hasil seri itu bertahan hingga peluit akhir.

Namun, asa Nerazzurri untuk lolos ke babak selanjutnya harus dikubur rapat-rapat setelah pemain pengganti, Ansu Fati, melesakkan tembakan terukur yang gagal dijangkau Handanovic empat menit jelang bubaran. Inter keok 1-2, sedangkan Dortmund justru unggul 2-1 meski mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah Julian Weigl dikartu merah di menit ke-77.

Pelatih Inter, Antonio Conte, mengaku tak ingin terlalu lama larut dalam kekecewaan. “Saya kira ini pengalaman berharga. Kami ingin lolos, ada kekecewaan dari siapapun saat ini. Namun kami harus bangkit,” ujar Conte.

Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, menilai Inter sebenarnya cukup bagus untuk lolos ke fase gugur. Namun, menurut Valverde kecemasan membuat Inter tampil kurang tenang. Memiliki 18 peluang dengan delapan di antaranya tepat sasaran, hanya satu yang mampu dikonversi menjadi gol.

“Inter menekan dengan baik di awal dan mengurung kami, tapi kami keluar dari tekanan seiring waktu. Saya kira mereka makin kesal karena gol tidak juga datang dan ada tiga gol mereka yang dianulir karena offside, itu memengaruhi mereka.”

Sumber : JIBI/Solopos