Dilarikan ke Rumah Sakit, Pelatih PSIS Semarang Nyaris Pingsan

Bambang Nurdiansyah-Twitter - @psisofficial
04 Desember 2019 21:17 WIB Newswire Sepakbola Share :

Haranjogja.co, SEMARANG--Gangguan kesehatan mendera pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Bambang Nurdiansyah, absen pada sesi jumpa pers seusai timnya dikalahkan Persipura Jayapura 0-2 pada kancah Liga 1 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (4/12/2019) sore.

Ketidakhadiran Bambang ini pun menimbulkan tanda tanya bagi awak media. Terlebih lagi, regulator Liga 1 mewajibkan pelatih kepala dan perwakilan pemain tim yang baru saja menjalani pertandingan untuk hadir saat jumpa pers sesuai laga, jika tak ingin menerima denda Rp15 juta.

Usut punya usut, ketidakhadiran pelatih yang karib disapa Banur itu bukan tanpa alasan. CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya atau yang kerap dipanggil Yoyok Sukawi menyebutkan alasan ketidakhadiran Banur.

Menurut Yoyok, Banur tidak bisa hadir karena terganggu kesehatannya. Bahkan akibat sakit yang dideritanya, Banur sempat nyaris pingsan hingga harus dilarikan ke rumah sakit (RS).

“Banur tadi ke rumah sakit, setengah pertandingan hampir pingsan. Sampun sepuh [sudah tua], wajar kalau kesehatannya terganggu,” ujar Yoyok kepada Semarangpos.com, Rabu.

Yoyok pun berharap Banur segera pulih untuk kembali menangani PSIS Semarang. Apalagi posisi PSIS Semarang belum sepenuhnya aman dari zona degradasi Liga 1.

PSIS Semarang saat ini berada di urutan ke-14 klasemen Liga 1, dengan torehan 37 poin dari 30 laga. PSIS Semarang terpaut tujuh poin dari Perseru Badang Lampung FC yang berada di urutan ke-16 atau batas atas zona degradasi Liga 1.

Terkait ancaman sanksi bagi PSIS Semarang karena tidak bisa menghadirkan pelatih saat sesi jumpa pers seusai laga, Yoyok mengaku akan berkomunikasi dengan pihak regulator.

“Nanti kita komunikasikan dengan pihak regulator. Tadi keadaannya memang darurat sehingga harus dibawa ke rumah sakit,” ujar Yoyok.

Yoyok menambahkan dari hasil pemeriksaan dokter di RS, Banur mengalami sakit radang.

"Hasil pemeriksaan tadi menyebut trombosit Banur turun, sehingga mau pingsan. Memang sudah 2 hari terakhir ini beliau kurang sehat, tapi memaksakan diri untuk memimpin tim. Akhirnya, ambruk tadi pas pertandingan masih berlangsung,” jelas Yoyok.

Sumber : Solopos.com