Pelatih PSS Sleman: Lawan Badak Lampung, Mau Tidak Mau Kami Harus Menang

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro - Harian Jogja/Jumali
02 Desember 2019 12:07 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pertandingan hidup mati akan dijalani oleh PSS Sleman saat menjamu Perseru Badak Lampung FC di Stadion Maguwoharjo, Selasa (3/12/2019) sore. Sebab, pada laga pekan ke-30 Liga 1 2019 ini, tidak ada pilihan bagi PSS selain meraih kemenangan, jika tidak ingin terperosok ke zona merah.

PSS yang kini menempati peringkat ke-9 dengan 40 poin dari 29 pertandingan, membutuhkan tambahan tiga poin, agar mampu bertahan di papan tengah klasemen. Sebaliknya, Perseru Badak Lampung FC sampai pekan ke-29, masih terjebak di zona merah yakni peringkat ke-16 dengan 30 poin.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui laga melawan Badak Lampung FC dipastikan akan berjalan ketat dan sengit. Sebab, Badak Lampung FC saat ini sedang dalam tren positif, usai mengalahkan Madura United dengan skor telak 3-0 di pekan ke-29.

“Hasil ini tentu akan meningkatkan motivasi mereka. Pertandingan besok akan sangat menentukan tidak hanya bagi Badak Lampung tetapi juga buat kami. Artinya jika kami kalah maka semakin seru dan sengit peringkat yang ada. Oleh karena itu, minimal tidak kalah. Jika kami bisa menang, maka Badak Lampung akan berada di bawah kami sampai akhir kompetisi,” ucap Seto, Senin (2/12/2019).

“Mau tidak mau kami harus menang. Pertandigan besok final dan pertandingan selanjutnya adalah final. Mau tidak mau tidak boleh kalah dan Insya Allah menang. Oleh karena itu saya berharap mudah-mudahan pemain punya motivasi lebih,” lanjut Seto.

Di sisi lain, skuat Super Elang Jawa dipastikan tanpa sang gelandang bertahan andalannya, Guilherme Felipe “Batata” de Castro dan Bagus Nirwanto karena akumulasi kartu.

Alhasil pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro harus memutar otak untuk menempatkan pemain di dua posisi yang ditinggalkan Batata dan Bagus Nirwanto. Untuk posisi Bagus Nirwanto, PSS masih memiliki Jajang Sukmara. Pilihan lain yang bisa dilakukan oleh Seto adalah menarik Ardan Aras ataupun Arsyad Gufron di tempatkan sebagai bek kanan.

Sedangkan untuk posisi gelandang bertahan, Seto pun mengakui absennya Batata dipastikan akan sangat berpengaruh terhadap laju bola di lini tengah. Sebab, Batata yang mengawali debutnya bersama skuat Super Elang Jawa saat mengalahkan Persebaya Surabaya 2-1 pada pekan ke-8 Liga 1 2019 beberapa waktu lalu, selalu menjadi tulang punggung pertahanan PSS di lini tengah. Batata bisa jadi perisai empat pemain belakangnya.

Batata sempat tampil apik pada pekan ke-22 Liga 1 2019, saat PSS mengalahkan Bhayangkara FC. Saat itu, Batata selama 90 menit, Batata mampu menjalankan peran sebagai pemutus serangan lawan. Total, dia berhasil melepaskan 58 umpan. Dua di antaranya merupakan umpan kunci. Akurasi umpan pemain asal Brasil itu juga lumayan atau mencapai 83 persen. Kehadiran Batata membuat PSS tak lagi hanya bergantung kepada sosok Brian Ferreira.

Sementara opsi lainnya yang bisa dilakukan oleh Seto untuk mengisi pos yang ditinggalkan Batata adalah memasang Wahyu Sukarta. Pemain asli Sleman ini selama ini jarang mendapatkan menit bermain, sejak Batata tampil reguler memperkuat PSS.

“Ada juga Ardan [Ardan Aras] yang bisa ditempatkan sebagai gelandang dan Saimima [Sidik Saimima] atau kami cari alternatif lainnya nanti,” terang Seto.

Selain tidak diperkuat Batata dan Bagus Nirwanto, Seto juga masih menunggu rekomendasi dari tim dokter terkait dengan kondisi terakhir beberapa pemain seperti Ricky Kambuaya dan Alfonso de La Cruz. Keduanya dilaporkan dalam kondisi dibekap cedera.

“Beberapa yang lainnya juga masih dibekap cedera ringan. Kami menunggu rekomendasi terakhir dari tim terakhir nantinya siapa yang siap diturunkan,” ucap Seto.