Liverpool Akan Jalani Laga Hidup Mati di Austria

Gelandang Liverpool Alex Oxlade Chamberlain - Reuters/Phil Noble
29 November 2019 06:27 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Liverpool baru saja menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dua gol tanpa balas.Trofi itu menjadi pelepas dahaga The Reds yang puasa gelar di kompetisi tertinggi Eropa selama 14 tahun.

Namun, kini perjuangan Sadio Mane dkk. terancam terhenti di fase grup setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Napoli di Anfield, Kamis (28/11/2019) dini hari WIB.

Liverpool memang masih berada di puncak klasemen dengan 10 poin, diikuti Napoli (9) dan Salzburg (7). Meski demikian, hasil seri kontra Napoli merupakan kerugian karena membuat mereka harus menjalani duel hidup-mati di Red Bull Arena, markas Slazburg, Austria, dalam laga terakhir fase Grup E.

Jika kalah, The Reds berpotensi terlempar ke posisi tiga klasemen akhir alias tersisih. Ini karena Napoli “hanya” akan menjamu juru kunci Genk pada laga pamungkas. Salzburg berpeluang unggul head to head atas Liverpool lantaran di pertemuan perdana mereka mampu mencuri tiga gol saat kalah 3-4 di Anfield.

“Mungkin hasil ini [imbang lawan Napoli] tidak cukup. Namun, situasinya masih di tangan kami,” ujar Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, seperti dilansir BT Sport, Kamis.

Laga melawan Salzburg diyakini bakal mengurus tenaga mengingat klub asal Austria itu terkenal alot dan sangat produktif mencetak gol. Hingga pekan kelima, mereka menjadi tim tersubur di Grup E dengan torehan 16 gol. Kemarin, mereka kembali pesta gol saat menghajar Genk dengan skor 4-1 di Luminus Arena, Belgia.

Striker belia asal Norwegia, Erling Haaland, lagi-lagi menjadi bintang dengan torehan satu gol dan satu assist. Haaland kini tercatat sebagai pemain pertama yang selalu mencetak gol dalam lima laga perdana di Liga Champions.

“Kami akan tetap positif. Kami masih memiliki pekerjaan untuk dilakukan, kami percaya diri mampu melakukannya,” ujar kapten Liverpool, Jordan Henderson.

Di sisi lain, Napoli diuntungkan dengan hasil imbang yang mereka raih di Anfield. Jose Callejon dkk. hanya butuh hasil seri melawan Genk di San Paolo untuk melenggang ke babak 16 besar. Mereka bahkan tetap lolos meski kalah asalkan Salzburg gagal membekuk Liverpool. Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, puas bisa mencuri satu poin di stadion seangker Anfield.

“Tidak mudah mendapatkan hasil imbang di sini. Kami betul-betul tertekan dan bertahan terlalu dalam, tapi tak ada cara lain untuk bisa survive di Anfield. Kami berhasil melakukannya dan itu yang terpenting,” ujar Ancelotti dilansir Sky Sport Italia.

Napoli benar-benar ditekan Liverpool nyaris sepanjang laga. Mereka hanya mendapat 28% penguasaan bola dan satu tembakan mengarah ke gawang dari empat kesempatan. Sedangkan Liverpool mencatat 15 tembakan dengan lima tepat sasaran. Namun, Napoli justru unggul lebih dulu lewat Dries Mertens pada menit ke-21 sebelum akhirnya disamakan Dejan Lovren menit ke-65. Gol Mertens sempat menjadi perdebatan karena sang striker dianggap menyikut Virgil van Dijk. Namun wasit tetap mengesahkan gol itu setelah mengecek VAR.

Sumber : JIBI/Solopos