Manchester City Tak Lagi Usung Ball Possession Tinggi

Manchester City - Reuters/Andrew Yates
24 November 2019 23:47 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Manchester City baru saja mengudeta Chelsea dari peringkat ketiga lewat kemenangan 2-1 pada laga pekan ke-13 Liga Premier Inggris di Etihad, Minggu (24/11/2019) dini hari WIB. Namun, mereka masih tertinggal sembilan poin dari Liverpool yang pada laga sebelumnya mengalahkan Crystal Palace, 2-1.

City yang mengantongi 28 poin juga masih berada di bawah Leicester City yang sukses melanjutkan tren positif dengan membekuk Brighton & Hove Albion dua gol tanpa balas. Peta persaingan itu membuat The Citizens tak boleh mengendurkan fokus mereka jika masih ingin menjaga asa mempertahankan trofi Liga Premier.

Gelandang City, Kevin De Bruyne, meminta rekan-rekannya tak terlalu ambil pusing dengan klasemen atau impresifnya performa Liverpool sejauh ini. Dia menilai City cuma perlu fokus pada penampilan mereka. “Kami tidak memikirkan Liverpool, Leicester, atau Chelsea. Kami harus terus bergerak, Anda tahu, seperti apa yang kami lakukan dua tahun terakhir. Kami tahu kerja keras yang harus kami lakukan,” kata De Bruyne seperti dilansir skysports.com, Minggu.

City memang perlu berbenah meski baru saja memetik tiga poin penting. Saat melawan Chelsea, Rodri dkk. hanya mencatat 46,47% penguasaan bola.

Itu adalah ball possession terendah dalam 381 laga yang dijalani Guardiola sebagai pelatih. Tuan rumah bahkan dipaksa tertinggal lebih dulu pada menit ke-21 lewat tembakan N’golo Kante memanfaatkan umpan matang Mateo Kovacic. Beruntung, Manchester Biru langsung meresponsnya dengan gol De Bruyne delapan menit berselang.

Gol itu membuat De Bruyne sudah berkontribusi terhadap sembilan gol di kandang City musim ini (tiga gol, enam assist), lebih banyak dibanding pemain lain. Riyad Mahrez akhirnya memastikan kemenangan ke-400 City di Liga Premier lewat tembakannya di menit ke-37.

Guardiola memuji Frank Lampard yang membuat Chelsea berani meladeni permainan ofensif anak asuhnya. Dia bahkan mengaku sempat kerepotan setelah tertinggal 0-1.

“Sebelum ini, tim-tim [lain] cuma bertahan dan menggunakan serangan balik. Sekarang, mereka berani menggunakan manajer-manajer muda, memiliki pemain-pemain dengan spirit tinggi, tanpa beban, tampil menyerang, dan bermain atraktif,” puji Pep.

Kekalahan dari City menghentikan laju enam kemenangan beruntun The Blues di Liga Premier. Pelatih Chelsea, Frank Lampard, menilai gol kedua City menjelang jeda mengubah jalannya laga secara keseluruhan.

“Kami sebetulnya mengontrol pertandingan. Namun, Anda memang tak bisa benar-benar mengontrol Manchester City. Gol Mahrez betul-betul berkualitas dan itu mengubah pertandingan,” ujar Lampard dilansir bbc.com.

Sumber : JIBI/Solopos