Tagar #BebaskanYudhiatauBoikot: Polisi Duga Suporter PSS Terbujuk Minuman

Poster yang diduga ditempel di salah satu mal di Sleman. - Twitter
20 November 2019 12:02 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Polsek Sleman menduga tindakan Y, 16, salah satu suporter PSS Sleman yang menempelkan poster di satu mal di Sleman, bertujuan agar viral. Selain itu, Y melakukan tindakan itu atas permintaan R, 24, dengan iming-iming minuman.

“Anaknya menangis, dan mengaku sebenarnya takut untuk menempel poster. Dia sempat tanya ke R, 'ini menghina orang,' tetapi si R bilang, 'Enggak ada masalah. Ini enggak ada kata-kata menyinggung perasaan orang.' Dia tidak diancam, tapi melakukan hal itu karena memang diiming-imingi akan dibelikan minuman. Dan sesudah melakukannya, dia dijajakke (ditraktir) minuman sama R,” kata Kanit Reskrim Polsek Sleman, Iptu Yulianto, Selasa (19/11/2019) malam di Sleman.

Menurut Yulianto, Y dan R sejatinya telah melakukan aksi tersebut di salah satu minimarket waralaba di sekitar mal. “Di sana keduanya berhasil. Tujuan mereka agar hal ini viral,” ucap Yulianto.

Sampai kini kepolisian terus mengejar R, 24, termasuk mendatangi tempat kerja R. Namun, R sudah tidak bekerja begitu mengetahui Y menyerahkan diri ke Polsek Sleman.

“Sebab, ketika Y mau datang ke Polsek bersama ketua RT-nya, dia sempat memberi kabar ke R akan datang ke Polsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ucap Yulianto.

Perkara ini menjadi perbincangan setelah suporter PSS melambungkan tagar #BebaskanYudhiatauBoikot hingga viral di Twitter pada Selasa (19/11/2019). Lewat tagar tersebut, berseliweran kabar yang menyebut salah satu suporter ditangkap karena menempelkan poster berisi kritikan kepada bos PSS. Saat itu, Koordinator BCS Zulfikar enggan memberikan banyak keterangan. Adapun Komisaris PT Putra Sleman Sembada sekaligus mantan CEO PT PSS Soekeno mengatakan Y ditahan karena mengganggu operasional mal. 

Keesokan harinya, BCS belum juga memberikan keterangan tentang informasi kasus yang menjerat Y maupun tanggapan terhadap pernyataan Kanit Reskrim Polsek Sleman Iptu Yulianto yang menyebut Y tidak ditangkap, tetapi menyerahkan diri. Beberapa kali panggilan telepon Harian Jogja tidak diangkat oleh Zulfikar. Pesan melalui aplikasi hanya dijawab singkat.

“Maaf baru di rumah sakit.”

Kamis (21/11/2019) siang, Zulfikar mengatakan ada beberapa versi kronologi kasus Y. Namun, dia membantah pernyataan Kanit reskrim Polsek Sleman yang menyebut Y menyerahkan diri. Zulfikar enggan mengomentari keterangan Yulianto yang mengatakan Y diiming-imingi minuman sebelum menempelkan poster.

*Berita ini terus diperbaharui dengan penambahan keterangan dari BCS, suporter PSS Sleman.