Liverpool Akan Sangat Sulit Dihentikan, tetapi Jalan Masih Panjang

Liverpool - Reuters/Carl Recine
12 November 2019 04:37 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Liverpool bakal sangat sulit dihentikan di Liga Premier Inggris musim ini. Penilaian itu muncul setelah The Reds menghabisi Manchester City 3-1 di Anfield, Senin (11/11/2019) dini hari WIB.

Hasil tersebut membawa The Reds unggul delapan poin atas Leicester City yang ada di peringkat kedua, hingga pekan ke-12 Liga Premier.

Dalam sejarah kompetisi tertinggi di Inggris, hanya Manchester United (MU) yang punya selisih lebih besar setelah 12 laga yakni sembilan poin pada musim 1993/1994. MU akhirnya keluar sebagai juara musim itu dengan keunggulan delapan poin dari Blackburn Rovers.

Apakah penampilan impresif The Reds sejauh ini menjadi sinyal mereka akan memboyong trofi Liga Premier perdana sejak 1989/1990?

Sejumlah pihak seperti Jose Mourinho menilai musim sudah berakhir apabila tidak ada sesuatu yang dramatis yang terjadi di kubu Liverpool. Bisa dibilang hanya cedera yang bisa menghentikan laju tak tertahankan Roberto Firmino dkk. di kompetisi domestik.

Sejauh ini Liverpool praktis selalu bermain dengan mayoritas pemain inti. Satu-satunya kehilangan di posisi starter yakni Joel Matip bisa ditutup Dejan Lovren atau Joe Gomez.

Jurgen Klopp tak ingin berleha-leha setelah unggul cukup jauh dari para kompetitornya. Dia menegaskan kompetisi berlangsung sampai Mei dengan 26 pertandingan yang masih menanti. Meski demikian, Klopp tak menampik cukup terkejut dengan dominasi timnya hingga akhir tahun ini.

“Itu benar-benar gila. [Unggul] sembilan poin atas City, Anda tak bisa membayangkan hal ini akan terjadi. Namun, itu tak penting, lagipula siapa yang ingin menjadi peringkat satu pada November [saja],” tukas Klopp dilansir Mirror, Senin (11/11/2019).

Bagi City, kekalahan di laga krusial jelas menjadi pukulan berat bagi usaha mereka memburu puncak klasemen. Kevin De Bruyne dkk. kini terlempar ke posisi keempat dengan 25 poin. Itu adalah poin terendah Guardiola dalam 12 laga pertama di kompetisi tertinggi sejak dia terjun melatih pada 2008. Poin ini lebih rendah dibandingkan saat musim pertamanya menangani City (27) yang kemudian berujung nirgelar.

Pep mengirim sinyal menolak lempar handuk meski telah tertinggal cukup jauh. Namun demikian, dia mengakui tak mudah memangkas selisih angka dari Liverpool, apalagi setelah ini The Citizens harus melawan tim kuat Chelsea.

“Ada tiga atau empat tim di depan yang memiliki peluang juara lebih besar tapi kami harus mencoba. Masih ada tujuh bulan lagi. Jika Liverpool meraih juara, saya akan menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada mereka karena kita tak bisa membantah betapa bagusnya mereka,” ucap Guardiola dilansir bbc.com.

Sumber : JIBI/Solopos