Fabinho, Pahlawan Sebenarnya dalam Kemenangan Liverpool Atas City

Fabinho - Reuters/Carl Recine
12 November 2019 02:37 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gelandang asal Brasil, Fabinho, berperan besar ketika Liverpol menggulung seterunya, Manchester City, pada pertandingan pekan ke-12 Liga Premier Inggris.

Ketika Fabinho menjebol gawang Manchester City lewat tembakan jarak jauh pada menit keenam, Anfield riuh. Gol itu  memompa kepercayaan diri Liverpool untuk meraih poin penuh setelah beberapa menit sebelumnya sempat deg-degan karena Trent-Alexander Arnold dituding handball di kotak terlarang. 

Meski hanya mencetak satu gol, Fabinho menjadi pemain penting dalam kemenangan 3-1 Liverpool atas City. Sepanjang 90 menit, gelandang berusia 26 tahun itu menyelesaikan 30 umpan dari 36 percobaan yang dilakukan (83,3%). Pemain kelahiran Sao Paulo, Brasil itu juga kerap merebut bola dan memotong serangan lawan.

Kemampuan Fabinho dalam mengatur tempo dan membaca permainan termasuk langka untuk gelandang modern. Dia tahu kapan bola mesti dialirkan dengan cepat, ditahan atau diatur perlahan. Dia juga bisa mendikte dan melepaskan umpan matang yang membelah pertahanan lawan. Fabinho begitu serbabisa di lini tengah, hingga membuat Liverpool layaknya mendapat satu pemain tambahan.

“Saya akan memberikannya [man of the match] pada pemain yang mencetak gol pertama, Fabinho. Itu adalah gol hebat dan dia punya pengaruh yang menenangkan Liverpool di lini tengah,” ujar pundit skysports.com, Gary Neville, Senin (11/11/2019).

Meski hampir tak tergantikan di lini tengah musim ini, kontribusi Fabinho sedikit tertutup dengan performa mentereng striker seperti Sadio Mane dan Mohamed Salah. Dalam sepak bola, Fabinho termasuk barisan the unsung hero atau pahlawan tanpa banyak pujian meski tampil konsisten di tiap pertandingan.

Legenda Timnas Inggris, Alan Shearer, memuji kombinasi Fabinho bersama Jordan Henderson dan Georginio Wijnaldum di lini tengah adalah kunci kekuatan Liverpool yang sebenarnya. Menurut Shearer, ketiganya mampu menghadirkan kreativitas, produktivitas sekaligus proteksi bagi The Reds.

“Mungkin kita harus memanggil mereka ‘The Fab Three’. Trio dinamis ini bermain layaknya asisten lini depan yang diisi Salah, Mane dan Firmino. Tapi di laga kemarin, pembedanya ada di mesin tim tuan rumah. Fabinho, Gigi Wijnaldum, dan Henderson, memastikan Liverpool mengontrol pertandingan,” puji Shearer.

Sumber : JIBI/Solopos