Gaji Sejumlah Pemain Belum Dibayarkan, Ini Langkah Bos PSIM

Bambang Susanto - Harian Jogja/Jumali
10 November 2019 22:17 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM masih menunggak gaji sejumlah pemain yang didatangkan di paruh musim Liga 2 2019.

CEO PT PSIM Jaya Bambang Soesanto mengatakan Manajer PSIM David Hutauruk akan ke Jogja Senin (11/11/2019). “Mas David akan bertemu dengan mereka [pemain] dan membicarakan masalah ini bersama-sama,” kata Bambang Soesanto, Minggu (10/11/2019) malam.

Bambang mengaku tidak begitu paham secara detail perihal kapan waktu kontrak para pemain berakhir karena pemain yang didatangkan di putara kedua berkomunikasi dengan Aji Santoso yang saat itu melatih pelatih PSIM. Aji mundur menjelang fase grup Liga 2 berakhir karena performa jeblok Laskar Mataram. Dia kemudian digantikan Liestiadi.

“Karena saat itu saya tahunya ada pemain yang didatangkan untuk mencapai target ke Liga 1. Setahu saya, pemain yang lama sudah kami bayar sesuai aturan. Kami tidak akan lari dari kewajiban kok, cuma memang ada beberapa hal yang harus dibicarakan dan duduk bersama,” ucap Bambang.

Kabar tak sedap ini terungkap setelah pada Sabtu (9/11), sejumlah pemain PSIM Jogja ramai-ramai mengunggah keluh kesah mereka di Instagram pribadi mereka.

"Apa Kabar @psimjogja_official "Mau Sampe Kapan ini" !!!," tulis pemain belakang PSIM, Junius Bate pada caption unggahan gambar logo PSIM Jogja.

Unggahan dan caption yang sama juga dilakukan oleh dua pemain PSIM Jogja yang didatangkan di putaran kedua yakni, Nugroho Fatchur Rochman dan Syaiful Indra Cahya.

Junius Bate men-tag 10 pemain lainnya yang direkrut PSIM di putaran kedua, yakni @sutantoo, @bahtiar3232, @syaiful_indra_cahya, @hendra_02_wijaya, @m_sabillah, @saldyamiruddin, @nugrohofr, @aldaier_25, @witansulaiman_, dan @ajibayuputra_.

Pada Agustus lalu, jelang putaran kedua, PSIM merombak skuatnya. Setelah ditangani Aji Santoso yang menggantikan Vladimir Vujovic, Laskar Mataram mencoret 11 pemain dan merekrut tujuh pemain baru.

Ketujuh pemain tersebut, yakni Nugroho Faturohman (eks Persija Jakarta), Saldi Amiruddin (PSM Makassar), Hendra Wijaya (PSM Makassar), Ahmad Markus Bachtiar (Barito Putera), Syaiful Indra Cahya (Semen Padang), Sutanto Tan (Bali United), dan Witan Sulaeman.

Kepada awak media, Junius Bate mengungkapkan belum menerima gaji Oktober padahal, biasanya mereka rutin menerima gaji pada akhir bulan. “Gaji Oktober 2019 belum dibayar, sedangkan kontrak sampai Desember 2019. Pemain lama sudah dibayar semua. Saya sudah menghubungi manajemen, tetapi tidak ada tanggapan,” kata mantan pemain PSS Sleman ini.

Hal sama juga diungkapkan oleh Ahmad Mahrus Bachtiar. "Pemain lama sudah menerima gaji untuk Oktober. Sedangkan yang baru gabung di putaran kedua, belum. Kenapa ada perbedaan?” katanya.

Sementara Nugroho Fatchur Rochman yang semula mengunggah caption dan gambar logo PSIM Jogja, akhirnya menghapus unggahan tersebut, pada Sabtu malam. Santan gelandang Persija Jakarta ini memasang unggahan tersebut sejak Sabtu pagi hingga malam. 

Kasus tunggakan gaji pemain bukan kali ini saja terjadi pada PSIM. Pada akhir April 2018, Laskar Mataram harus menerima sanksi berupa pengurangan sembilan poin dari operator kompetisi.

Musababnya, tunggakan gaji terhadap tiga pemain asal Belanda, Lorenzo Rimkus, Emile Linkers, dan Kristian Adelmund yang membela PSIM pada 2012 tak dibayarkan.

Sanksi dijatuhkan berdasar tindak lanjut dari surat sengketa yang sebelumnya dilayangkan pada PSIM perihal sengketa ketenagakerjaan yang disampaikan FIFA melalui Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha.

Sebelum sanksi diberikan, manajemen PSIM sudah berusaha untuk melunasi tunggakan sebesar Rp700 juta dan bunga sebesar 5% sejak 2014. Namun karena terbatasnya waktu, besaran tunggakan tersebut tidak bisa terpenuhi.