Alasan Pelatih PSS Merotasi & Memarkir Pemain Penting di Bangku Cadangan Saat Melawan Bali United

Gelandang PSS Guilherme Batata (kiri) dan bek Purwaka Yudi (kanan) berebut bola dengan penyerang Bali United Fahmi Al Ayyubi dalam pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Rabu (6/11/2019) sore. - Harian Jogja/Jumali
06 November 2019 20:07 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman bermain dengan formula baru saat ditahan seri Bali United 0-0 pada pertandingan pekan ke-27 Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (6/11/2019) sore.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro merombak lini belakang, tengah, dan depan dengan memberikan kesempatan kepada beberapa pemain yang didatangkan di putaran kedua dan memarkir pemain-pemain penting di bangku cadangan. Seto mengungkapkan alasannya merotasi skuatnya besar-besaran di laga ini.

“Saya memang sengaja melakukan rotasi. Hal ini mempertimbangkan progres mereka selama latihan, faktor kelelahan dan juga rekomendasi medis. Dan hal ini memperlihatkan jika kekuatan kami merata. Ya, memang secara kualitas masih di bawah bali, tetapi tim kami punya kualitas merata dan punya kemauan,” kata Seto seusai laga.

Gelandang muda yang didatangkan dari Protaba Bantul, Arif Satya Yudha Alkanza mengisi posisi yang ditinggalkan gelandang serang Argentina yang cedera hingga akhir musim, Brian Ferreira. Gelandang 22 tahun itu berpasangan dengan Sidik Saimima mengapit gelandang bertahan Guilherme Batata. Sementara, Dave Mustaine dan Ocvian Chanigio yang selalu bermain sejak menit pertama di dua pertandingan terakhir dicadangkan.

Seto juga mengubah lini serang. Striker Yevhen Bokhashvili ditempatkan di bangku cadangan dan digantikan Kushedya Hari Yudo. Di lini belakang, bek tengah Ikhwan Ciptady yang tampil buruk saat PSS kalah telak 0-3 dari PSIS Semarang diparkir dan digantikan Purwaka Yudhi.

Formula ini rupanya sukses meredam Bali United di babak pertama. Arif Satya lumayan apik dengan membuat satu giringan sukses, melepas satu umpan kunci, satu kali dilanggar, dan dua kali melanggar. Dia berperan besar dalam menutup ruang gerak lini tengah Bali United. Arif dan Sidik Saimima bergantian menempel Paulo Sergio yang menjadi tumpuan serangan Bali United.

Di sepuluh menit terakhir sebelum jeda, PSS bahkan mendominasi serangan dengan melepas tiga percobaan tembakan dari dalam kotak penalti, meski tidak ada satu pun yang akurat. Kushedya sekali mencoba menyudul dan sekali mencoba menendang, sedangkan Batata sekali berupaya melepaskan tendangan. Tiga percobaan tersebut mencapi peluang terbaik PSS.

Di babak kedua, pola permainan tak berubah. Arif Satya yang kelelahan diganti Dave Mustaine di pertengahan babak kedua. Seto juga memasukkan Yevhen dan menarik keluar Jefri Kurniawan untuk menambah daya gedor. Namun, situasi tak berubah.

Seto bersyukur atas hasil imbang melawan Bali United.

“Seperti yang saya bilang di sisa pertandingan kami harus dapat poin di setiap pertandingan. Mungkin hasil ini tidak memuaskan bagi suporter, tetapi buat saya ini pantas. Apalagi kualitas Bali United di atas kami. Ke depan kami harus lebih fokus dan bermain dewasa,” katanya.