Cedera Ulu Hati, Brian Ferreira Absen Bela PSS Sampai Akhir Musim

Gelandang PSS Sleman Brian Ferreira berebut bola dengan gelandang Persija Sandi Sute beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Jumali
04 November 2019 18:12 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Brian Ferreira, gelandang PSS Sleman berpaspor Irak dan Argentina harus mengakhiri Liga 1 2019 lebih cepat. Pemain 25 tahun itu harus absen hingga kompetisi berakhir karena mengalami cedera di bagian ulu hati.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Brian tidak bisa membela tim lagi sampai akhir kompetisi. Lami sudah berbicara tadi,” kata pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro di Stadion UNY, Senin (4/11/2019).

Brian cedera setelah berduel dengan gelandang Persija Jakarta Sandi Darma Sute dalam pertandingan pekan ke-24 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 24 Oktober lalu. Di laga tersebut, PSS dan Persija bermain imbang 0-0. Brian kemudian absen sejak pekan ke-25 ketika PSS menang 3-2 atas sahibulbait Persebaya

“Brian kena sikut Sandi Sute saat melawan Persija. Tadi sudah dilakukan pemeriksaan magnetic resonance imaging [MRI] ada sobek tiga sentimeter di sekitar ulu hati. Seperti itu penjelasan dari medis, sehingga sampai akhir kompetisi tidak bisa bermain,” ujar Seto.

Brian adalah gelandang paling berpengaruh di skuat Super Elang Jawa. Dia tampil 20 kali dengan mengemas sembilan gol dan lima asis. Brian sangat penting dalam skema serangan PSS dengan jumlah 24 tembakan tepat sasaran dan 301 umpan selama 20 pertandingan. Cara bertahannya juga cukup baik dengan catatan 15 tekel dan empat intersep serta 37 pelanggaran.

“Kehilangan Brian menjadi kerugian bagi kami. Pasti ada kekurangan kekuatan, tetapi saya harap yang lainnya punya motivasi lebih untuk tampil,” ucap Seto.

Seto bisa memaksimalkan Dave Mustaine dan Ocvian Chanigio di pos gelandang, mengapit Guilherme Batata yang tak tergantikan sebagai gelandang bertahan. Sayang, Dave rentan cedera, sedangkan Ocvian belum terlalu stabil lantaran usianya masih 20 tahun dan musim ini adalah pengalaman pertamanya di kompetisi kasta teratas.

PSS masih menyisakan delapan pertandingan hingga akhir musim dan Seto punya pekerjaan berat menemukan formulasi yang pas di lini tengah.